BPBD Aceh Besar Edukasi 1.559 Pelajar Lewat MPLS

*Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sejak Usia Sekolah

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, memberikan materi tentang SPAB kepada peserta MPLS di SMAN Modal Bangsa, Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Gampong Cot Geundreut, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (15/7/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar berhasil mengedukasi sebanyak 1.559 peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, yang menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini melalui lingkungan sekolah, di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Kamis (23/7/2026).

Program edukasi tersebut telah dilaksanakan di berbagai sekolah, di antaranya, SDN Capeung, SMPN 3 Ingin Jaya, SMPN 1 Kuta Baro, SMPN 2 Blang Bintang, SMAN Modal Bangsa, SMAN 1 Lhoknga, SMAN 1 Sukamakmur, SMAN 1 Lembah Seulawah, serta Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School Kota Jantho.

Petugas BPBD Aceh Besar memberikan materi tentang SPAB dan mitigas bencana kepada para murid baru pada program MPLS, di wilayah Kabupaten. aceh Besar, beberapa waktu lalu. FOTO/ WAHYU DESMI

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik dibekali berbagai materi, yakni tentang pengenalan berbagai ancaman bencana di wilayah Aceh Besar, upaya mitigasi, prosedur evakuasi, hingga langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi mengatakan, momen MPLS dimanfaatkan sebagai sarana yang efektif untuk membangun pemahaman kebencanaan sejak dini kepada generasi muda.

“Peserta didik merupakan kelompok yang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak awal. Melalui MPLS, kami ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari budaya yang harus dimiliki setiap individu, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Ridwan Jamil yang akrab disapa RJ itu.

Para murid baru SMAN 1 Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dibekali materi SPAB dan mitigasi bencana oleh petugas BPBD Aceh Besar, pada program MPLS, beberapa waktu lalu. FOTO/ WAHYU DESMI

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Karena itu, edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat agar para pelajar memahami risiko yang ada di sekitarnya serta mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Ketika pengetahuan kebencanaan ditanamkan sejak usia sekolah, para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Inilah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,” katanya.

RJ menyatakan, BPBD Aceh Besar akan terus memperluas pelaksanaan edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

“Dengan semakin banyak pelajar yang memahami mitigasi dan kesiapsiagaan, kita berharap akan lahir generasi yang tangguh serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Aceh Besar yang lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana,” pungkasnya.(Wahyu)

Exit mobile version