Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif, inovatif, dan berorientasi pada kemandirian peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Bisnis dan Karya (UNIKA) dan peluncuran buku karya guru SLB TNCC yang berlangsung di lingkungan sekolah, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini diresmikan oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd, Ketua Yayasan Rumah Kita Indonesia Dr. H. Dahlawi, M.Si, dan Kepala SLB TNCC DM. Ria Hidayati, S.Psi, M.Ed, Gr. Hadir juga Ketua Komite SLB TNCC Dr. Zainal Abidin, S.T, M.M, para guru, orang tua peserta didik, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan mitra pendidikan.
Peresmian UNIKA merupakan langkah strategis SLB TNCC dalam memperkuat pendidikan vokasional bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui unit ini, sekolah menghadirkan ruang pembelajaran berbasis praktik yang memungkinkan peserta didik mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan sebagai bekal hidup mandiri di tengah masyarakat.
Sementara itu, peluncuran buku karya guru merupakan wujud komitmen para pendidik dalam membangun budaya literasi sekaligus mendokumentasikan praktik-praktik baik dalam pembelajaran di pendidikan khusus.
Ketua Yayasan Rumah Kita Indonesia, Dr. H. Dahlawi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas perhatian dan dukungan terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran Bapak Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesra Sekda Aceh beserta jajaran. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Kami berharap Pemerintah Aceh terus membersamai langkah-langkah SLB TNCC ke depan,” ujarnya.
Peresmian UNIKA ditandai dengan pemotongan pita oleh Drs. Syakir, M.Si. didampingi para tamu kehormatan. Selanjutnya, rombongan meninjau berbagai unit bisnis yang dikembangkan sekolah, seperti unit tata graha (laundry), tata boga yang memproduksi rengginang dan pisang sale, serta unit handcraft yang menampilkan beragam kerajinan tangan karya peserta didik.
Dalam kunjungan tersebut, Drs. Syakir dan Syarwan Joni berdialog langsung dengan guru dan peserta didik mengenai proses pembelajaran dan pengembangan produk. Interaksi ini memperlihatkan secara nyata bagaimana pendidikan vokasional diterapkan untuk membangun kemandirian siswa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku karya guru SLB TNCC yang dilakukan secara simbolis oleh Drs. Syakir, M.Si bersama para undangan. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif para guru yang memuat pengalaman, inovasi pembelajaran, dan praktik terbaik dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, Drs. Syakir, M.Si mengaku bangga dan terkesan dengan perkembangan SLB TNCC. Ia menilai, para peserta didik menunjukkan semangat belajar yang tinggi serta mampu menghasilkan karya yang membanggakan.
“Saya merasa sangat senang dapat hadir di sini. Apa yang saya lihat hari ini sungguh luar biasa. Anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya yang bernilai. Kehadiran UNIKA membuktikan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga keterampilan dan kemandirian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi yayasan, para guru, tenaga kependidikan, serta orang tua yang terus mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, yayasan, keluarga, dan masyarakat. (Herman/Sayed M. Husen)
