Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, Abu Bakar SAg, mengajak masyarakat untuk menghadiri dan meramaikan pengajian rutin yang digelar di balai kantor Disdik Dayah Aceh Besar sebagai wadah memperdalam ilmu agama.
Menurut Abu Bakar, pengajian tersebut terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam membina serta meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kantor Disdik Dayah Aceh Besar, untuk hadir dan mengikuti pengajian yang kami gelar dua kali dalam sebulan, yakni pada hari Kamis di awal dan akhir bulan. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi sarana menimba ilmu agama secara bersama-sama,” ujarnya di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pengajian rutin tersebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai program pembinaan spiritual.
“Pengajian ini sudah berjalan secara rutin dan menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan kami. Kegiatan seperti ini tentu dapat terus memberikan manfaat dan menambah wawasan keislaman bagi kita secara pribadi dan berbagai unsur masyarakat yang hadir,” jelasnya.
Abu Bakar juga berharap, masyarakat tetap aktif mengikuti pengajian keagamaan, baik yang digelar oleh Disdik Dayah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Jika tidak sempat hadir di sini, kami harap masyarakat tetap mengikuti pengajian di gampong atau di sekitar tempat tinggalnya, agar pemahaman keagamaan terus terjaga,” sebutnya.
Dalam pengajian tersebut, Pimpinan Dayah Ma’hadul Fata Lhoong, Abu Zulbahri, menyampaikan kajian terkait persoalan talak dalam Islam. Ia menegaskan bahwa talak bukan perkara yang bisa dianggap sepele.
“Talak bukan perkara yang bisa diucapkan sembarangan. Ada ketentuan yang harus dipahami, baik dari segi hukum maupun dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga,” kata Abu Zulbahri.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap hukum talak agar tidak terjadi kesalahan dalam praktiknya.
“Banyak persoalan rumah tangga muncul karena kurangnya pemahaman tentang talak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar dan memahami ilmu ini dengan baik,” imbuhnya.(AMZ)
