Daerah  

Remaja Korban Tenggelam Pantai Riting Berhasil Dievakuasi

Proses evakuasi jasad korban tenggelam di Pantai Riting oleh Tim SAR Gabungan dan PMI Aceh Besar, Kamis (23/2/2023) Petang. FOTO/ MAMAD

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Jasad remaja korban RH (18) tenggelam pantai Riting Kecamatan Leupung, Aceh Besar berhasil ditemukan dan dievakuasi hari kelima, pada pukul 16.50 WIB, Kamis (23/2/2023) sore.

Lokasi penemuan jasad korban, tepatnya berada di perairan Pulo Rusa Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.

Hal itu diungkapkan Ridwan Jamil SSos MSi, “Jasad RH (18), terlihat sekitar pukul 12.00 Wib saat nelayan Lhokseudu melintasi perairan tersebut. Informasi yang di terima sekitar pukul 13.00 Wib. Meski sebelumnya pencarian sempat dihentikan sementara, setelah mendapatkan informasi Tim yang siaga di Posko Pantai Riting langsung menuju lokasi,” kata Ridwan Jamil SSos MSi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, kepada wartawan posaceh.com, di Posko Tim SAR, Pantai Riting, Leupung, Aceh Besar, Kamis (23/2/2022) petang.

Kalaksa BPBD Aceh Besar mengungkapkan, dalam proses evakuasi terdiri dari Basarnas Aceh dan Kota Banda Aceh, BPBD Aceh Besar, Pol Airud Pos Lhoknga, Erpa, PMI Aceh, Babinsa Leupung, Polsek Lhoknga, Bhabin Potmar Lhoknga, serta dibantu masyarakat gampong sekitar.

Masyarakat ikut melihat langsung evakuasi jasad korban tenggelam di Pantai Riting oleh Tim SAR Gabungan dan PMI Aceh Besar, Kamis (23/2/2023) petang.FOTO/ MAMAD

“Berkat doa dan usaha dari seluruh elemen yang ada, kini korban telah ditemukan,” ujarnya Ridwan Jamil.

Ia menjelaskan, proses evakuasi sempat terkendala akibat arus laut dan tingginya gelombang. Dalam hal itu, satu unit rubber boat dan satu unit rib boat dikerahkan untuk melancarkan proses evakuasi tersebut.

“Pertama hanya satu boat, karena adanya kendala kita kerahkan satu boat lagi,” tutur Kalaksa BPBD Aceh Besar.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain menerangkan, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga. Sebelum dipulangkan, terlebih dulu dibawa ke RSU Zainal Abidin (RSUZA) dengan menggunakan ambulan Puskesmas Leupung, untuk dilakukan pembersihan terhadap jasad korban tersebut.

“Dibersihkan dulu di RS, setelah itu baru dibawa pulang kerumah duka,” kata Al Hussain.

Ia menceritakan, proses evakuasi berlangsung dramatis, hal itu dikarenakan, penemuan tersebut dihari kelima setelah berbagai upaya dilakukan termasuk ritual keagamaan. Selain itu, proses pendaratan berlangsung ditengah guyuran hujan.

“Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Zikir, salawatan, dan doa bersama juga kerap dilakukan sepanjang proses pencarian,” pungkas Al Hussain.(WD)

Exit mobile version