Kabarnanggroe.com, Aceh Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan hingga Rabu (22/7) siang terus melakukan upaya pemadaman api di empat kecamatan, dengan luas lahan yang saat ini terbakar mencapai 12,5 hektare.
“Saat ini upaya pemadaman api masih terus dilakukan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal di Meulaboh, Rabu.
Ada pun sebaran lokasi kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat yang saat ini sudah berhasil dipadamkan dan masih dalam upaya pemadaman diantaranya di Kecamatan Meureubo di Desa Gunong Kleng seluas 0,5 Ha sudah berhasil dipadamkan 100 persen.
Kebakaran di Kecamatan Samatiga meliputi Desa Cot Seumeureng seluas 4 Ha, Desa Paya Lumpat seluas 3 Ha dengan proses penanganan sekitar 50 persen, Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang dengan luas lahan terbakar sekitar 1 Ha, dan Desa Leuhan seluas 2 Ha dengan proses pemadaman api sudah mencapai 50 persen.
Sedangkan kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Woyla Barat di Desa Blang Luah seluas 2 Ha saat ini dalam proses pemadaman api oleh tim gabungan.
Teuku Ronal menjelaskan, proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan cukup berat lantaran sumber air yang sangat terbatas di sekitar lokasi kebakaran.
Kondisi ini juga diperparah dengan angin kencang yang memicu percepatan penyeberangan api.
Ia menjelaskan, dampak dari peristiwa ini tidak hanya merusak vegetasi tanaman, tetapi juga mulai mengganggu pernapasan warga sekitar dan para pengguna jalan akibat paparan asap.
Untuk menjinakkan si jago merah, BPBD Aceh Barat mengoperasikan armada berupa satu unit D-Max, 1 unit Panther Pick-Up, serta 2 unit mesin pompa air portable beserta jaringan selang.
Aksi pemadaman ini juga melibatkan tim gabungan terdiri dari BPBD Aceh Barat, damkar Pos Meureubo, Pos Woyla, dan Pos Arongan, TNI, Polri termasuk Polsek Woyla Barat, masyarakat, serta mahasiswa dari UKM Pusat Olahraga dan Kebencanaan (PK) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.
BPBD Aceh Barat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar demi mencegah perluasan titik api di tengah kondisi cuaca saat ini.
“Untuk penyebab kebakaran, sejauh ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” demikian Teuku Ronal.(Muh/*)
