Daerah  

Balai Bahasa Gelar Bimtek Literasi Aceh Tamiang

Kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22—23 Juli 2026. FOTO/Balai Bahasa Prov Aceh

Kabarnanggroe.com, Aceh Tamiang — Balai Bahasa Provinsi Aceh, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian  Pendidikan Dasar dan Menengah, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22—23 Juli 2026, ini diikuti oleh 40 orang penggerak dan anggota komunitas literasi dari berbagai komunitas se-Kabupaten Aceh Tamiang.

Acara pembukaan berlangsung khidmat yang berlangsung di Ruang Baca Lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas institusi dalam memajukan literasi.

Ia menyampaikan bahwa penulisan buku cerita anak dwibahasa berbasis budaya lokal Tamiang merupakan inovasi strategis untuk memperkuat literasi nasional sekaligus melestarikan bahasa dan kearifan lokal Melayu Tamiang di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Karya-karya yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan bacaan alternatif yang memperkaya khazanah literasi anak-anak di daerah kita, sekaligus menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus,” ujar Syuibun dalam sambutannya, Rabu (22/7/2026).

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari tiga narasumber, yaitu Aufar Fathullah Rahman, S.Pd (Ikatan Duta Bahasa Provinsi Aceh) yang membawakan materi Pengembangan Media Sosial Berbasis Literasi, Rahman dari Komunitas Literasi Bintang Sekorong yang membawakan Teknik Penyusunan Proposal.

Serta M. Rafli Al Thoriq Mustafa, pemenang Sayembara Penulisan Cerita Anak Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang membawakan materi Penulisan Cerita Anak Berbasis Budaya Lokal Tamiang.

Materi Kebijakan dan Perkembangan Literasi turut disampaikan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam program kebahasaan dan kesastraan sekaligus penguatan kapasitas dan kualitas kinerja komunitas penggerak literasi di daerah.(Muh/*)

Exit mobile version