Lantik 16 Pengurus Cabang PGRI, Bupati Agara Tekankan Hak dan Kesejahteraan Guru

Pengurus PGRI Aceh Tenggara bersama Bupati dan unsur Forkopimda berfoto bersama usai pelantikan, sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa korban kebakaran, Selasa (20/10/2026). FOTO/AKBAR

Kabarnanggroe.com, Kutacane – Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menghadiri pelantikan 16 pengurus cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Aceh Tenggara periode 2024–2029 di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (20/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat organisasi profesi guru sekaligus meningkatkan peran PGRI dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan martabat tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Salim Fakhry mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Aceh Tenggara.

Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga hak dan kesejahteraan guru. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan kepada penerima disalurkan secara utuh tanpa pemotongan.

Selain itu, Salim Fakhry meminta para kepala sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa agar tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah selama jam pelajaran berlangsung.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Tenggara, Zulkifli, mengatakan pelantikan turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bagi tenaga pendidik dan siswa yang terdampak musibah.

PGRI menyalurkan bantuan senilai Rp5,6 juta kepada 113 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga madrasah.

Bantuan juga diberikan kepada 13 siswa korban kebakaran, terdiri atas 10 siswa SD dan tiga siswa SMP. Masing-masing siswa menerima Rp1 juta, ditambah tas, alat tulis, serta perlengkapan sekolah.

Zulkifli berharap kepengurusan baru dapat memperkuat solidaritas antarguru, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan dan pemenuhan hak tenaga pendidik, termasuk terkait sertifikasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Wakapolres Aceh Tenggara, perwakilan Dandim 0108/Agara, perwakilan Kejaksaan Negeri, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kepala Kantor Kementerian Agama, pejabat eselon II dan III, jajaran pengurus PGRI, serta para kepala sekolah. (Akbar)

Exit mobile version