Siswa MAN 1 Model Banda Aceh Belajar Membatik di Rumoh Batik Malaka Aceh Besar

Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti, foto bersama 40 siswa MAN 1 Model Banda Aceh berkunjung ke Rumoh Batik Malaka, Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (21/9/2026) FOTO/M.HERIZAL

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Puluhan siswa MAN 1 Model Banda Aceh mendapat pengalaman langsung mengenal kerajinan batik Aceh melalui kunjungan edukatif ke Rumoh Batik Malaka, Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (21/9/2026).

Kunjungan tersebut disambut Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti bersama jajaran pengurus Dekranasda Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami materi melalui pengalaman dan praktik secara langsung di lapangan.

Sebanyak 40 siswa dari kelas unggulan MAN 1 Model Banda Aceh mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi Kepala MAN 1 Model Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd., Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Zakia Munte, S.Pd., serta wali kelas XI, Rina Novia, S.Si.

Sekretaris Dekranasda Aceh Besar, Enni Zusniati, SE memperkenalkan Batik Malaka kepada Guru dan Siswa/i MAN 1 Model Banda Aceh di Rumoh Batik Malaka, Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (21/9/2026) FOTO/M.HERIZAL

Selain melihat proses pembuatan batik, para siswa juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik membatik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai proses produksi sekaligus memperkenalkan nilai budaya dan potensi kerajinan lokal Aceh.

Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar, Nurbaiti, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat produk kerajinan lokal, khususnya batik yang berkembang di Aceh Besar.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin siswa mengenal dan mencintai produk kerajinan lokal Aceh. Mereka adalah generasi penerus yang nantinya memiliki peran penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kerajinan Aceh agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman,” kata Nurbaiti.

Siswa/i MAN 1 Model Banda Aceh melakukan praktek membatik di Rumoh Batik Malaka, Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (21/9/2026) FOTO/M.HERIZAL

Menurutnya, kehadiran para siswa juga dapat memberikan semangat baru bagi pelaku usaha batik di Aceh Besar. Interaksi langsung dengan generasi muda diharapkan dapat membuka ide dan perspektif baru dalam pengembangan produk.

“Kami berharap dari kunjungan ini muncul ide-ide baru dari para siswa. Masukan dan kreativitas generasi muda bisa menjadi inspirasi bagi Batik Malaka untuk terus berkembang, baik dari sisi desain, inovasi maupun cara memperkenalkan produk kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Model Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Menurutnya, siswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat dan merasakan langsung proses pembuatan produk lokal agar mereka tidak hanya mengenal budaya Aceh dari teori, tetapi juga memahami nilai dan proses yang ada di balik sebuah karya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan siswa terhadap produk lokal. Ketika mereka melihat langsung proses membatik dan ikut mempraktikkannya, mereka akan lebih memahami bahwa produk Aceh memiliki nilai budaya, kreativitas, dan potensi yang harus kita hargai,” kata Nursiah.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran yang berkesan bagi para siswa sekaligus meningkatkan kepedulian mereka terhadap pelestarian budaya dan produk lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada kunjungan saja. Apa yang mereka lihat dan praktikkan hari ini bisa menjadi pengetahuan yang mereka bawa pulang, sehingga tumbuh rasa bangga menggunakan dan ikut memperkenalkan produk-produk lokal Aceh,” pungkasnya. (Zal)

Exit mobile version