Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Mayoritas gampong di Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh mengusulkan perbaikan infrastruktur, terutama jalan dan drainase, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Usulan ini menjadi perhatian utama karena kondisi infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan.
Camat Jaya Baru, Mei Indriya G menyampaikan, sekitar 75 persen dari total usulan yang masuk berfokus pada pembangunan infrastruktur, sementara sisanya berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
“Kami merasa infrastruktur ini masih harus diperbaiki. Oleh karena itu, kami berharap usulan ini bisa mendapat perhatian di tingkat kota, minimal satu usulan dari setiap gampong dapat ditampung, meskipun kondisi keuangan Pemko Banda Aceh sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya, di Gedung UDKP Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis (20/2/2025).
Meski infrastruktur masih menjadi prioritas utama, dalam dua tahun terakhir usulan dari gampong mulai beragam, mencakup pemberdayaan perempuan dan pemuda. Hal ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Kami melihat ada perkembangan yang positif dalam pemikiran masyarakat. Mereka mulai memperhatikan sektor-sektor lain di luar infrastruktur, seperti pemberdayaan perempuan dan pemuda,” tambahnya.
Namun, tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan. Usulan yang masuk akan disaring dan dikaji berdasarkan kemampuan keuangan daerah. Proyek yang berdampak luas dan melibatkan dua gampong atau lebih akan mendapat prioritas.
“Kita akan mencoba memprioritaskan usulan yang terkoneksi antar-gampong. Jika hanya satu gampong, mungkin kita harus menunggu hingga keuangan kota memungkinkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pengendalian Program Bappeda Kota Banda Aceh, Mahdani, menjelaskan bahwa usulan non-infrastruktur lebih mudah direalisasikan karena tidak membutuhkan anggaran besar. Sedangkan proyek infrastruktur harus terlebih dahulu masuk dalam perencanaan agar dapat diusulkan melalui DAK, APBN, atau DOKA Provinsi.
“Usulan prioritas nantinya akan kami koordinasikan dengan dinas terkait sebelum dibahas lebih lanjut dalam konteks kemampuan keuangan kota,” ungkapnya.
Mahdani juga mengungkapkan, beberapa program pembangunan di Kecamatan Jaya Baru telah direncanakan dan akan dilaksanakan pada tahun 2025, seperti pengembangan jaringan sambungan rumah, pemeliharaan jalan dan saluran drainase, serta beberapa bimbingan teknis untuk masyarakat.
Di sisi lain, seorang keuchik di Kecamatan Jaya Baru dari Gampong Ulee Pata menyoroti masalah drainase yang belum memadai di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa perbaikan drainase harus menjadi prioritas karena sering menyebabkan banjir saat hujan deras.
“Pembangunan di tengah wilayah juga bermasalah. Ada saluran, tapi tidak terkoneksi, sehingga ini menjadi bom waktu. Kendalanya, secara geografis, pemukiman kami rendah sehingga tidak bisa langsung dikoneksikan ke wilayah lain,” katanya.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa tanpa sistem drainase yang baik, wilayahnya berpotensi menjadi daerah kumuh di masa depan. Selain itu, banyak rumah tangga di Ulee Pata yang belum memiliki saluran pembuangan yang layak.
“Maka kami mengharapkan agar Pemerintah Kota dapat memastikan usulan-usulan yang paling mendesak dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Jaya Baru,” harapnya.(Wahyu/*)
