Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Saweu SLB di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPC Banda Aceh, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “3A: Aku Bersih, Aku Sehat, Aku Hebat” tersebut merupakan bagian dari program Bidang Sosial Masyarakat BEM FISIP USK. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan diikuti para siswa serta guru SLB YPPC Banda Aceh.
Saweu SLB dikemas dalam bentuk sosialisasi dan edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak berkebutuhan khusus mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, serta mengenali dan menjaga batas interaksi diri.
Ketua Panitia Pelaksana Saweu SLB FISIP USK, Atha Kamal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus upaya membangun interaksi positif antara mahasiswa dengan lingkungan sekolah luar biasa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi, belajar bersama dan memberikan edukasi yang bermanfaat bagi adik-adik di SLB YPPC Banda Aceh. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman positif dan membuat mereka semakin percaya diri,” ujar Atha.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai semangat, ketekunan dan potensi yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami juga banyak belajar dari adik-adik di sini. Semangat dan ketekunan mereka menjadi motivasi bagi kami untuk terus peduli dan hadir dalam kegiatan sosial seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua BEM FISIP USK, M. Haikal Fikri, menyampaikan bahwa salah satu materi yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah mengenai batas interaksi diri.
Menurutnya, pemahaman mengenai batas interaksi sangat penting diberikan kepada anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, sebagai salah satu langkah untuk membantu mereka mengenali bentuk interaksi yang aman dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan.
“Kami paling mengutamakan materi tentang batas interaksi diri. Kita pahami bahwa sampai hari ini masih banyak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Bahkan anak-anak yang tidak berkebutuhan khusus saja bisa menjadi korban pelecehan dan merasa dirugikan oleh orang-orang yang tidak baik,” ujar Haikal.
Ia berharap melalui materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut, anak-anak berkebutuhan khusus dapat semakin memahami cara menjaga diri dan memperoleh perlindungan yang lebih baik.
“Besar harapan kami setelah adanya materi ini, anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa lebih terjaga dan memahami batas interaksi dengan orang lain,” katanya.
Di sisi lain, Kasubag FISIP USK, Ibnu Kasir, SE, mengapresiasi pelaksanaan program Saweu SLB yang dilaksanakan di SLB YPPC Banda Aceh.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para guru dan anak-anak SLB mengenai ketekunan, kerja keras dan tanggung jawab.
“Kami sangat mengapresiasi program Saweu SLB dengan tema ‘Aku Bersih, Aku Sehat, Aku Hebat’. Mudah-mudahan kerja sama yang baik ini terus terjalin dengan anak-anak kita di SLB YPPC Banda Aceh,” kata Ibnu Kasir.
Kepala SLB YPPC Banda Aceh, Yenti Alfia, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa FISIP USK yang telah memilih sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Saweu SLB.
Menurut Yenti, kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah memiliki arti penting bagi para siswa. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus merupakan bagian penting dari masyarakat yang juga memiliki potensi untuk terus berkembang.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah memilih sekolah kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Bagi kami, hal ini sangat berharga,” ujar Yenti.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada satu kali kunjungan, tetapi dapat menjadi awal terjalinnya silaturahmi dan kemitraan yang lebih berkelanjutan antara SLB YPPC Banda Aceh dengan FISIP USK.
“Kami sangat berharap kegiatan hari ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap dari pihak SLB dan Fakultas USK bisa terus terjalin silaturahmi dan kemitraan kerja,” katanya.
Yenti juga menyampaikan harapan agar ke depan anak-anak SLB YPPC Banda Aceh memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Anak-anak kami ini adalah anak-anak hebat. Mereka memiliki potensi masing-masing dan perlu tumbuh serta berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Kami juga mendoakan semoga setelah lulus nanti ada anak-anak kami yang bisa melanjutkan pendidikan ke USK,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perhatian dan kunjungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi anak-anak SLB karena dapat membuat mereka merasa tidak terasingkan dari lingkungan sosial.
“Kami sangat bersyukur karena hari ini sekolah kami didatangi adik-adik mahasiswa. Anak-anak kami merasa tidak terasingkan dan merasa ada yang peduli dari fakultas. Kami sangat bahagia dan senang,” tuturnya.
Yenti pun mengajak mahasiswa FISIP USK untuk terus berkunjung dan melakukan berbagai kegiatan positif di SLB YPPC Banda Aceh.
“Kami sangat berharap kepada Bapak, Ibu dan adik-adik mahasiswa, setelah kegiatan ini sering-seringlah berkunjung atau mengadakan kegiatan apa saja di sekolah kami. Kami sangat senang dan merasa bahagia,” pungkasnya.
Kegiatan Saweu SLB tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun kepedulian mahasiswa terhadap kelompok disabilitas, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, perhatian dan kesempatan mengembangkan potensi diri.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubag FISIP USK Ibnu Kasir, SE, bersama Ketua Panitia Pelaksana Atha Kamal juga menyerahkan cinderamata dan bingkisan secara simbolis kepada Kepala SLB YPPC Banda Aceh, Yenti Alfia, S.Ag. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian BEM FISIP USK kepada pihak sekolah serta para siswa.
Penyerahan cinderamata dan bingkisan tersebut turut mempererat suasana kekeluargaan antara pihak FISIP USK dengan keluarga besar SLB YPPC Banda Aceh.
Kepala SLB YPPC Banda Aceh, Yenti Alfia, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa FISIP USK yang telah memilih sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Saweu SLB. (Rinaldi)
