MIN 1 Aceh Besar Gelar Maulid Raya, Tiga Kuali Kuwah Beulangong dan Tausiah Interaktif Meriahkan Kegiatan

Kabarnanggroe.com, ACEH BESAR — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Aceh Besar menggelar Maulid Raya Nabi Muhammad SAW dengan suasana yang meriah, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan MIN 1 Aceh Besar tersebut turut menghadirkan menu khas Aceh, tiga kuali kuah beulangong, sebagai bagian dari tradisi kebersamaan dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Kepala MIN 1 Aceh Besar, Nurharlina, S.Pd.I., M.Pd, mengatakan pelaksanaan Maulid Raya tahun ini dibuat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain melibatkan warga madrasah, pihaknya juga mengundang berbagai unsur yang selama ini berkontribusi dan menjadi mitra MIN 1 Aceh Besar.

“Maulid tahun ini kita gelar lebih meriah dengan tiga kuali kuah beulangong. Undangan kita berasal dari Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, para kepala madrasah, mitra kerja madrasah, komite, BDK Aceh, tokoh masyarakat, termasuk pedagang yang berada di sekitar MIN 1 Aceh Besar,” ujar Nurharlina.

Menurutnya, pelaksanaan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara madrasah, mitra kerja, masyarakat dan jajaran Kementerian Agama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin, SE, bersama istri yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar, Hj. Yasmaidar, SE. Turut hadir para kepala seksi dan ASN di lingkungan Kemenag Aceh Besar, para kepala madrasah, komite serta sejumlah mitra kerja MIN 1 Aceh Besar, termasuk pihak penerbit Massmedia dan Erlangga.

Rangkaian kegiatan Maulid Raya juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustad Izwar dari Ie Masen Kayee Adang. Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian para siswa.

Suasana semakin hidup ketika penceramah memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa seputar kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah khusus yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala MIN 1 Aceh Besar, Nurharlina, mengatakan konsep tausiah yang interaktif sengaja dihadirkan agar siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami sejarah dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Anak-anak terlihat sangat antusias. Dengan adanya pertanyaan dan hadiah, mereka lebih berani menjawab dan mengikuti tausiah. Harapannya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat lebih mudah mereka pahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Nurharlina menjelaskan, keterbatasan kapasitas tempat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan siswa yang mengikuti kegiatan secara langsung.

“Karena kapasitas tempat yang memadai, siswa yang mengikuti Maulid tahun ini hanya kelas 5 dan 6. Tahun lalu kita melibatkan tiga kelas, yaitu kelas 4, 5 dan 6,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Saifuddin, SE, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Maulid Raya yang digelar MIN 1 Aceh Besar. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membentuk karakter peserta didik.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum bagi kita semua, khususnya anak-anak madrasah, untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan keteladanan Rasulullah. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saifuddin.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara madrasah, Kementerian Agama, komite, mitra kerja dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan pendidikan madrasah.

“Madrasah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan kebersamaan dari seluruh unsur, termasuk masyarakat dan mitra kerja, sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik bagi anak-anak,” katanya.

Saifuddin juga berharap kegiatan keagamaan di madrasah dapat terus dikemas secara edukatif dan melibatkan siswa secara aktif, sehingga kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.

Selain tausiah, Maulid Raya MIN 1 Aceh Besar juga dimeriahkan dengan penampilan Majelis Shalawat Al Busyra dari Kutabaro, Aceh Besar yang membawakan shalawat Nabi.

Kegiatan turut diisi dengan lantunan nasyid dan shalawat yang dibawakan oleh siswa binaan MIN 1 Aceh Besar.

Nurharlina berharap kegiatan Maulid Raya dapat menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan karakter dan kecintaan siswa kepada Rasulullah SAW.

“Semoga kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi benar-benar memberikan bekas dan membentuk karakter anak-anak kita. Mereka mengenal Rasulullah, mencintai Rasulullah dan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(Abrar)

Exit mobile version