Daerah  

Girder Balok Beton Kembali Jatuh Dari Mobil

Sebatang girder (balok yang terbuat dari beton) jatuh dari mobil hingga patah tidak sempat untuk penyangga Jembatan Krueng Tukaih di Gampong Blok Sawah, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Kamis (16/11/2023) FOTO HARMADI.

Kabarnanggroe.com, Sigli – Girder balok yang dibuat dari beton untuk penyangga Jembatan dikabarkan Kemabli jatuh dari mobil ke badan jalan hingga patah. Kamis (16/11/2023).

Proyek di jalan nasional Gampong Blok Sawah, Kecamatan Kota Sigli, Pidie yang sedang dikerjakan oleh PT Karya Usaha Mandiri Utama dengan nilai penawaran Rp 14,6 miliar dari pagu Rp 18,1 miliar. Kembali patah.

Girder balok beton dengan bentang panjang 50 meter itu jatuh sekitar pukul 15.40 WIB setelah diangkat dengan alat berat keatas mobil tidak seimbang miring ke kanan hingga kendang jalan sehingga patah, belum sempat dibentangkan di atas sungai tersebut.

Girder tersebut setalah diangkat ke mobil hendak dibawa jatuh hingga patah di badan jalan, sebelumnya pernah patah pada pekerjaan malam hari namun kini kembali patah sekitar pukul 15.50 WIB

Menurut Reza saksi mata mengatakan, patah girder balok itu setelah diangkat diatas mobil karena tidak seimbang hingga jatuh dibadan jalan hingga patah.

Girder baloh itu jatuh setelah dilepaskan tali sebelah belum sempat melepaskan kedua tali sudah jatuh sebelah kanan di badan jalan dan patah,” kata Reza.

Sementara pantauan dilokasi para petugas pekerjaan jembatan itu sedang mengerjakan berusaha untuk memotong beton tersebut untuk menjadikan puing puing atau menjadi komponen-komponen kecil.

Sebelumnya girder beton pernah patah yang sudah dibentang di atas Krueng Tukeih tersebut miring ke kanan lalu ambruk ke dalam aliran sungai.

Sebelum patah pertama girder itu enam unit nama patah tinggal lima unit setelah diangkat ke mobil jatuh dan patah Hinga tingga empat unit girder sementara pekerja masih berusaha memindahkan balok beton yang rusak tersebut dari atas badan jalan.

Namun saat ini juga patah lagi kejadian ini dialami yang kedua kali yang pertama kali patah miring ke kanan lalu ambruk ke dalam aliran sungai.

Manager Pelaksana PT Karya Usaha Mandiri Utama, Amrizal dikonfirmasi dilokasi mengatakan, kejadian tersebut. Saat ini belum mengetahui penyebabnya jatuh dari mobil para pekerja berusaha untuk memotong beton tersebut untuk menjadikan puing puing atau menjadi komponen-komponen kecil.

Kita tidak mengetahui penyebabnya jatuh padahal telah dinaikkan atas mobil rencana akan dibawa untuk penyangga Jembatan Krueng,” katanya. (Hrs)

Exit mobile version