Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkem atau Jembatan Kuta Blang di Bireuen, Aceh sudah mencapai 99,14 persen. Jembatan di jalan nasional itu ditargetkan fungsional akhir pekan akhir.
“Jembatan Krueng Tingkeum sepanjang 149 meter, memiliki skala penanganan lebih besar. Saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 99,14 persen,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit untuk pedestrian, pengaspalan, dan marka jalan. Jembatan yang terletak di jalan Banda Aceh-Medan ini merupakan akses utama sehingga ditargetkan dapat kembali fungsional pada 20 September.
Jembatan Kuta Blang sebelumnya hancur akibat bencana yang terjadi akhir November 2025 sehingga disambung dengan bailey. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun jembatan baru di samping jembatan rusak tersebut.
Selain itu, BPJN juga telah merampungkan penanganan dua jembatan lain yang rusak saat bencana yakni Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, dan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara. Ketiga jembatan yang berada pada koridor lintas timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh-Medan.
Berdasarkan data Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh per 14 September 2026, 2 jembatan telah rampung dan fungsional yaitu Jembatan Krueng Meureudu sepanjang 61,8 meter yang berada pada ruas Batas Kota Sigli-Kota Bireuen dan Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara-Peureulak.
Dody mengatakan penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi bagian penting dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Akses yang tetap terbuka dibutuhkan agar aktivitas perekonomian masyarakat, distribusi logistik, serta proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.
“Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik,” kata Menteri Dody.
Menurutnya, percepatan penyelesaian jembatan ini menunjukkan komitmen Kementerian PU dalam memulihkan infrastruktur vital yang terdampak bencana. Kementerian PU juga memastikan penanganan dilakukan hingga infrastruktur kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
“Pemulihan jembatan tersebut sejalan dengan arah visi PU608 yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu instrumen untuk menjaga produktivitas nasional, yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen,” ungkapnya.(Muh/*)
