Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Prof Armiadi Musa Ajak Umat Perbanyak Ilmu dan Istiqamah Beramal

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Intelektual Muslim sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh, Armiadi Musa, mengajak umat Islam menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana evaluasi diri, meningkatkan ilmu, dan memperkuat komitmen dalam beramal saleh.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Armiadi Musa dalam tausiyah menyambut Tahun Baru Islam yang berlangsung di Masjid Jami’ Baitul Jannah, Kemukiman Tungkop, Selasa (16/6/2026) usai Shalat Subuh.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa waktu terasa berjalan semakin cepat. Menurutnya, baru terasa kemarin umat Islam memperingati Tahun Baru 1447 Hijriah, kini telah memasuki Tahun 1448 Hijriah.

“Waktu terasa sangat singkat. Seakan belum lama kita memperingati tahun 1447, kini sudah tiba tahun 1448. Inilah yang pernah disampaikan Rasulullah SAW bahwa salah satu tanda mendekatnya kiamat adalah waktu yang terasa semakin singkat,” ujarnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam seraya mengajak jamaah melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir. Menurutnya, tahun baru harus menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman masa lalu agar kualitas diri menjadi lebih baik pada masa mendatang.

Mengutip pandangan Imam Syafi’i, Prof. Armiadi menegaskan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. “Orang yang tidak mau belajar sama seperti orang mati yang tidak lagi mempunyai harapan dalam kehidupannya,” katanya.

Karena itu, ia menaruh perhatian besar kepada generasi muda agar terus memperkaya ilmu dan wawasan sebagai bekal menghadapi masa depan yang masih panjang. Ia juga mengajak pemuda mengambil pelajaran dari kisah Ashabul Kahfi yang mempertahankan keimanan dengan menjauhkan diri dari lingkungan kemaksiatan.

“Kisah Ashabul Kahfi mengajarkan keberanian menjaga iman. Pemuda harus mampu membangun lingkungan yang baik dan menjauhi kemaksiatan,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menghidupkan komunitas-komunitas kebaikan yang saling menguatkan dalam ketaatan kepada Allah serta saling mengingatkan untuk menjauhi perbuatan maksiat.

Kepada jamaah yang telah memasuki usia dewasa dan lanjut usia, Prof. Armiadi mengingatkan agar lebih fokus mempersiapkan bekal akhirat melalui peningkatan amal saleh dan ibadah.

“Teruslah berada di jalan kebaikan. Tambahkan ilmu, tingkatkan semangat, dan bersungguh-sungguhlah dalam ibadah sampai tiba saat menghadap Allah SWT,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan meskipun sederhana.

Ia kemudian menyampaikan empat pesan penting untuk mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Pertama, membiasakan diri menjaga amalan-amalan ringan yang dapat dilakukan secara terus-menerus. Menurutnya, Allah memberikan keutamaan besar bagi hamba yang istiqamah beramal, bahkan pahala tetap dicatat ketika seseorang terhalang melakukannya karena sakit atau uzur syar’i.

Kedua, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah, dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

Ketiga, selalu berprasangka baik kepada Allah SWT serta menggantungkan harapan hanya kepada-Nya. Sikap optimistis terhadap rahmat dan pertolongan Allah akan menumbuhkan kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Keempat, fokus pada perbaikan diri serta menghindari berbagai persoalan yang dapat memicu pertengkaran dan memutuskan tali silaturahim. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan menghindari kebiasaan terlalu banyak berbicara atau bercanda yang berlebihan.

Mengutip nasihat Imam Syafi’i, Prof. Armiadi menegaskan bahwa orang yang paling buruk adalah mereka yang gemar membawa masalah dan perselisihan dengan orang lain.

Tausiyah yang diikuti jamaah subuh tersebut berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak ilmu, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Exit mobile version