Gelar Maulid Akbar, Ponpes Modern Babun Najah Undang Sampai Ribuan Orang

Para santri dan santriwati membawakan drama Malin Kundang pada malam kedua Panggung Gembira, bagian dari rangkaian perayaan Maulid di Ponpes Babun Najah, Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (12/10/2024) malam. FOTO/ MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh Pondok Pesantren (Ponpes) Babun Najah, Ulee Kareng, Banda Aceh menggelar maulid akbar pada Senin (14/10/2024). Sekitar 4.000 orang ikut hadir, terdiri dari para wali santri, masyarakat sekitar dan lainnya.

Ustadz Al Muddasir SAg, salah seorang panitia mengatakan panitia telah mempersiapkan 14 kuali kuah beulangong (masak daging). Dia menjelaskan untuk tamu pria dan wanita dipisah, sejak pintu masuk sampai tempat mengambil makanan, sehingga tidak bercampur-baur.

Ditambahkan, para tamu mengambil sendiri makanan yang dipersiapkan secara prasmanan agar tidak terjadi antrean panjang. Meja hidangan dijaga oleh para santriwati yang cantik-cantik dan dengan sigap cepat menambah jika ada porsi makanan yang habis diambil para undangan.

Dia mengungkapkan para tamu juga berasal dari sejumlah pesantren di Banda Aceh dan Aceh Besar. Bahkan, katanya, ada tamu dari UNISZA (University Sultan Zainal Abidin) Trengganu, Darul Aman, Malaysia.

Para tamu dan undangan makan bersama di tenda yang telah disediakan panitia pada perayaan Maulid di Ponpes Babun Najah, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (14/10/2024) siang. FOTO/ MUHAMMAD NUR

Pantauan posaceh.com pada Senin (14/10/2024) siang di lokasi makan-makan, semuanya berjalan tertib walau kursi yang tersedia dipenuhi para tamu. Hari itu, juga menjadi bagian dari para santri dan santriwati menyantap hidangan bersama orangtuanya masing-masing.

Kegembiraan terlihat jelas di mata para santri-santriwati yang mendapat kunjungan dari orangtuanya, mungkin sudah beberapa bulan tidak bertemu. Para santri ini yang tinggal di asrama, belajar dari pagi sampai malam hari berbaur bersama pada perayaan Maulid akbar itu.

Tak ketinggalan, calon Wali  Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman juga tampak hadir bersama rombongan sesuai shalat Zuhur. Begitu turun, langsung disambut oleh para ustadz dan juga para santri yang menunggu tamu di depan pintu masuk.

Aminullah tak henti-hentinya bersalaman dengan para santri dan undangan saat masuk ke lapangan upacara untuk berbaur bersama tamu lainnya. Para tamu juga berusaha menyalami Aminullah sebelum menyantap makanan siang yang telah disediakan panitia. Tidak berselang lama, Aminullah bersama rombongon meninggalkan Ponpes Babun Najah.

Sementara itu, kegiatan maulid ini juga dirangkai dengan panggung gembira dua malam berturut-turut pada Sabtu (12/10/2024) dan Minggu (13/10/2024). Muntasir mengatakan kegiatan ini melibatkan para santri dan santriwati yang telah dilatih oleh ustadz dan ustadzah yang disesuaikan dengan bakat dan kemampuan masing-masing.

Disebutkan, pada panggung gembira malam pertama, Jumat (11/10/2024) malam, ditampilkan tarian Ranup Lampuan, Rapai Geleng, Saman Gayo sampai drama tragedi Palestina, Komedi dan pantomim. Pada malam kedua, Sabtu (12/10/2024), ditampilkan tarian Malulo, Didong, Ratoh Jaroe dan serangkaian drama seperti Anak Saleha, Malin Kundang, Kabaret dan silat.

Selain itu, pada malam puncak, Senin (14/10/2024), menampilkan tausyiah yang disampaikan oleh Tgk Junaidi Ilyas. Tema yang diangkat masih seputar perayaan Maulid, yakni ‘Keteladanan Nabi Sebagai Inspirasi Santri Masa Kini.(Muh)

Exit mobile version