Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri menegaskan, pihaknya bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Aceh berkomitmen untuk mendukung pengembangan masyarakat sehat, termasuk dalam pengendalian penyakit Aids, Tuberkulosis dan Malaria (PP ATM). Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi antara Pemkab Aceh Besar bersama Tim Supervisi RSSH Adinkes Aceh dengan lintas sektor OPD-Aceh Besar di Aula Bappeda Aceh Besar, Rabu (15/4/2026).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Aceh Besar Agus Husni SP, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Besar Jakfar SP MSi, Plt Kadiskes Aceh Besar Rosa Andriani S.ST, dan pejabat OPD terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Drs Syukri kembali mengatakan bahwa Pemkab Aceh Besar didukung seluruh OPD dan stakeholder terkait akan bekerja keras untuk menyukseskan berbagai program guna mendukung masyarakat sehat.
Dikatakannya, saat ini di Aceh Besar juga sudah dilaksanakan Forum Kemitraan pengendalian PP ATM yang diharapkan untuk memaksimalkan kerja bersama untuk mencapai derajat masyarakat yang sehat dan berkualitas.
Menurut Wabup Aceh Besar, pencegahan dan pengendalian ATM memerlukan peran lintas sektor secara berkesinambungan. Hal ini menjadi perhatian utama dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 Tentang Penanggulangan tuberkulosis. Perpres ini menekankan pentingnya melibatkan berbagai sektor, termasuk sektor nonkesehatan, dalam upaya penanggulangan penyakit ATM di Indonesia.
Pada akhir tahun 2025, tambah Wabup Syukri , Pemkab Aceh Besar telah mendapat penghargaan Adinkes Award 2025 atas peran dalam penanggulangan penyakit Aids, tuberkulosisi dan malaria. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Besar H Muharram Idris pada pertemuan nasional Asosiasi Dinas Kesehatan se-Indonesia yang digelar di Solo, Jawa Tengah pada 21 Oktober 2025.
Sementara itu, Program Koordinator Adinkes Aceh, dr Hj Media Yulizar MPH menjelaskan, pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan Pemkab Aceh Besar atas terlaksananya kegiatan yang digelar Adinkes di kabupaten tersebut. Dijelaskannya, RSSH bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan dan memastikan sistem kesehatan yang lebih tangguh menghadapi krisis di masa depan serta fokus pada kegiatan advokasi, pemantauan belajar, sumber pembiayaan ATM dari berbagai sektor di luar kesehatan, kontrak sosial, dana gampong, dan CSR. “Dalam hal ini, Adinkes mendapatkan tugas pada area intervensi di 38 provinsi dan 248 kabupaten/kota di Indonesia,” terang Media.(CBoy)
