Kabarnanggroe.com, New Delhi – Sebuah pesawat maskapai Air India yang mengudara dari Frankfurt, Jerman, menuju ke New Delhi, India, dialihkan ke Jaipur dan melakukan pendaratan darurat pada Rabu (14/10/2026) waktu setempat.
Pendaratan darurat ini dilakukan setelah pilot memberikan sinyal pembajakan.
Keterangan sejumlah sumber dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA), seperti dilansir Hindustan Times, Rabu (14/10/2026), menyebutkan bahwa pesawat Air India jenis Boeing 787-9 itu melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Internasional Jaipur pada Rabu (14/10) pagi.
Pesawat dengan nomor penerbangan AI 2030 itu kemudian dipindahkan ke area isolasi khusus untuk pemeriksaan keamanan.
Menurut sumber-sumber DGCA, pesawat tersebut memberikan kode transponder 7500, yang merupakan kode penerbangan yang diakui internasional untuk situasi pembajakan atau gangguan melawan hukum.
Kode darurat itu diberikan oleh pilot pesawat dan diterima oleh operator Air Traffic Control (ATC) India, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengalihkan penerbangan tujuan New Delhi itu ke Jaipur.
Setelah pendaratan darurat dilakukan, pesawat diarahkan ke area isolasi khusus dan personel keamanan melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan informasi awal, baik pilot maupun penumpang diturunkan secara bertahap di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.
Para penumpang dan bagasi mereka kemudian menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari prosedur keamanan.
Tim lapangan dari Pasukan Anti-Teror (ATS), badan keamanan bandara, dan kepolisian setempat turut dilibatkan dalam operasi pengamanan tersebut.
Setelah pemeriksaan dilakukan, menurut sumber DGCA yang dikutip Hindustan Times, pesawat tersebut dinyatakan aman oleh otoritas India, dengan para penumpang diperkirakan akan segera naik kembali ke pesawat yang sama.
Otoritas penerbangan sipil India menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut, terutama pemicu yang mendorong pilot memberikan kode pembajakan.
Terlepas dari itu, insiden ini sempat diwarnai rumor ancaman bom. Namun rumor tersebut telah dibantah oleh pejabat bandara setempat.
“Itu adalah rumor pembajakan, bukan ancaman bom. Masih terlalu dini untuk memberikan komentar resmi mengenai masalah ini. Penyelidikan sedang berlangsung,” tegas pejabat bandara itu kepada Hindustan Times.(Muh/*)
