Kapal Anti-Ranjau Laut Amerika Terlihat Mulai Dekati Selat Hormuz

AS kirim armada sapu ranjau, pasar waspadai gangguan suplai minyak global.FOTO/*

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Pergerakan kapal penyapu ranjau Angkatan Laut Amerika Serikat meningkat di kawasan Asia-Pasifik, seiring rencana operasi pembersihan ranjau Iran di Selat Hormuz.

Dikutip twz.com, dua kapal kelas Avenger, USS Chief dan USS Pioneer, terpantau meninggalkan Jepang, singgah di Singapura pada 8 April, lalu bergerak ke barat melalui Selat Malaka pada 10 April.

Keduanya diduga menuju wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM), meski tujuan akhir belum dikonfirmasi.

Langkah ini muncul saat Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz mulai disiapkan, bahkan sebagian telah berjalan. AS juga mengumumkan blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran.

CENTCOM sebelumnya menyebut pasukannya mulai membentuk kondisi untuk membersihkan ranjau. Dua kapal perusak, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, sempat melintas di Selat Hormuz sebagai bagian dari misi pengamanan, meski bukan kapal khusus penyapu ranjau.

Tambahan kekuatan, termasuk drone bawah air dan kapal penyapu ranjau konvensional, akan segera dikerahkan. Operasi ini krusial untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Sebelum konflik dengan Iran memanas pada Februari, AS menempatkan tiga kapal Littoral Combat Ship (LCS) berkemampuan penyapu ranjau di Bahrain. Namun kapal-kapal itu justru ditarik ke Asia Tenggara, memicu pertanyaan terkait kesiapan menghadapi ancaman ranjau Iran.

Selain itu, kapal pangkalan laut USS John L. Canley juga terpantau bergerak ke arah barat dan diduga menuju kawasan Timur Tengah. Kapal ini berpotensi mendukung operasi ranjau maupun penegakan blokade.

Iran dilaporkan menebar ranjau jenis Maham 3 dan Maham 7 di sekitar Selat Hormuz. Sebagian ranjau bahkan disebut tidak terlacak posisinya, memperumit proses pembersihan.

Operasi penyapuan ranjau di wilayah tersebut berisiko tinggi dan berlangsung lambat. Ancaman tambahan datang dari kemampuan Iran, termasuk rudal anti-kapal, drone, dan kapal tanpa awak bermuatan bahan peledak.

Situasi di Selat Hormuz tetap tegang, meski pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan akhir pekan lalu tidak menghasilkan kemajuan berarti.(Muh/*)

Exit mobile version