Iran: Tak Ada Pelabuhan Aman Jika AS Blokade Selat Hormuz

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. FOTO/ANTARA

Kabarnanggroe.com, Istanbul– Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (13/4/2026) memperingatkan “tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman” setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku “bagi semua pihak atau tidak sama sekali,” kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.

Angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan itu, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.

“Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh” akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.

IRGC juga menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang.

“Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan,” sebut pernyataan itu.

Sebelumnya, AS menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB).

Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu berakhir tanpa kesepakatan.(Muh/*)

Exit mobile version