Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Turnamen sepakbola usia 10 dan 12 tahun Piala Wali Kota Banda Aceh 2026 resmi dimulai di Lapangan Sepak Bola IMKA (Ie Masen Kayee Adang), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Turnamen yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh yang menjadi agenda pembinaan sepakbola usia dini tersebut diikuti 16 tim, terdiri dari delapan tim pada kelompok U-10 dan delapan tim pada kelompok U-12.
Pada kelompok U-10, Grup A dihuni SSB Putra IMKA, Faruq FA, Rampagoe FA dan KDC Keutapang. Sedangkan Grup B terdiri dari Talenta Aceh FA, Serantau Aceh FA, SSB PSAN Neusu dan Lambhuk FA.
Sementara kelompok U-12, Grup A diisi Jong Aceh, SSB Bukit Sembilan dan Pos Aceh FA. Adapun Grup B terdiri dari SSB PSGJ GP Jawa, Fourgee FA, SSB Al Azhar dan Copal FA.
Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 15 September 2026 mendatang itu, dipandu oleh Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr Musriadi Aswad SPd MPd yang ditandai dengan tendangan pertama secara bersama-sama.
Dalam pembukaan tersebut juga dilakukan penyerahan peralatan olahraga kepada tim-tim yang ambil bagian dalam Piala Wali Kota Banda Aceh U-10 dan U-12.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRK Musriadi mengatakan, turnamen tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan pesepakbola sejak usia dini sekaligus wadah untuk mengembangkan potensi anak-anak Banda Aceh.
“Pembinaan harus dimulai sejak usia dini agar kita dapat memastikan lahirnya bibit-bibit unggul pesepakbola Banda Aceh,” kata Musriadi.
Menurutnya, turnamen tahunan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, sikap sportif serta mempererat silaturahmi antarpemain, pelatih dan keluarga.
“Kita tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga membentuk karakter, melatih kedisiplinan dan sportivitas anak-anak, sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya.
Musriadi juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam proses pembinaan. Ia menilai, keterlibatan keluarga menjadi indikator penting dalam pembinaan pesepakbola sejak usia dini.
Selain itu, Wakil Ketua DPRK menuturkan, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter di berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Kesuksesan pemerintah juga dapat dilihat dari keberhasilan menciptakan generasi emas yang berprestasi sekaligus memiliki karakter kuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kadispora Banda Aceh Reza Kamilin, mengapresiasi dukungan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh terhadap pelaksanaan turnamen tersebut.
Ia menuturkan, sepakbola dan sepak takraw menjadi dua cabang olahraga yang mendapat perhatian utama Dispora Banda Aceh. Khusus sepakbola, Banda Aceh berhasil memastikan tiket menuju PORA Aceh Jaya 2026 setelah sebelumnya vakum selama 12 tahun.
“Alhamdulillah, sepakbola Banda Aceh kembali lolos ke PORA Aceh Jaya 2026 setelah vakum selama 12 tahun. Ini adalah kesempatan untuk terus mendorong sepakbola Banda Aceh agar semakin maju,” ungkap Reza.
Ia menegaskan, Dispora Banda Aceh akan terus mendukung pembinaan atlet dari usia dini hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, pelatih dan insan olahraga, sangat dibutuhkan.
Lebih lanjut, Kepada para pemain cilik yang mengikuti turnamen, Reza berpesan agar mereka mengikuti arahan pelatih dan instruktur dengan baik sehingga memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang sebagai pesepakbola pada masa mendatang.
“Terus ikuti arahan pelatih dan instruktur. Dari sinilah pondasi sepakbola Banda Aceh untuk masa depan kita bangun,” pungkasnya.(Wahyu)
