Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL-Lemhannas) Aceh kembali menggelar “Ngopi Kebangsaan” di Warkop dKupi Aceh 2, Jalan AMD Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Forum yang mengangkat topik “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional”, mempertemukan berbagai unsur strategis, mulai dari Pemerintah Aceh, Polda Aceh, dan Kodam Iskandar Muda.
Unsur lainnya TNI-Polri, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), BUMN, BUMD, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, alumni Lemhannas dari berbagai angkatan, serta insan media.
Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Alumni Lemhannas PPRA Angkatan 46 dan peraih Bintang Seroja, menjelaskan, Ngopi Kebangsaan telah menjadi tradisi sejak 2019.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah membicarakan berbagai persoalan strategis dan melahirkan gagasan konkret bagi Aceh, bangsa, dan negara.
“Kegiatan ini akan kembali kita laksanakan secara rutin. Selain untuk mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah melahirkan ide dan gagasan konkret yang akan direkomendasikan bagi daerah, bangsa, negara, serta pentingnya sinergi lintas sektor,” ujar Syahrizal.
Pemerintah Aceh yang diwakili Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, MT, menegaskan komitmen pemerintah akan terus memacu langkah strategis dalam menuntaskan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut, kata dia, mendapat dukungan jajaran Polri.
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan SIK SH MH, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 25, mengapresiasi inisiatif IKAL-Lemhannas Aceh yang membuka ruang dialog lintas sektor. Menurutnya, percepatan pemulihan membutuhkan kekompakan dan sinergi seluruh komponen.
“Jajaran Polda Aceh siap memperkuat sinergitas demi mempercepat pemulihan fisik maupun sosial masyarakat,” tegasnya. Hal senada disampaikan perwakilan Satgas PRR yang menekankan pentingnya kolaborasi tanpa kompromi dalam proses pemulihan.
Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko SE MH, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 25, menyampaikan, TNI terus berkoordinasi mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung di berbagai wilayah Aceh.
“Untuk saat ini, Aceh merupakan daerah dengan jumlah terbanyak pembangunan jembatan pascabencana. Untuk itu, kami terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr Drs Imran MSi, mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan perbedaan dan menghentikan narasi saling menyalahkan. Menurutnya, pemulihan harus ditempatkan sebagai kepentingan bersama, pusat dan daerah.
“Pemulihan pascabencana dan penyelesaian rehab rekon di Aceh harus dilaksanakan secara sinergis. Fokus kita semata-mata pemulihan masyarakat terdampak,” tegas Imran.
Sekretaris Jenderal DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dan berkontribusi. Dia memastikan Ngopi Kebangsaan akan terus dipertahankan sebagai agenda berkala karena gagasan yang lahir dari forum itu diharapkan memberikan kontribusi terhadap ketahanan sosial.
Owner dKupi Aceh, Dedi Sumardi, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 26, selaku tuan rumah, berharap kegiatan tersebut terus berlangsung secara rutin dan terencana. Menurutnya, alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. (Herman/Sayed M. Husen)
