Kabarnanggroe.com, Jakarta – Dominasi Grup Astra di pasar otomotif nasional menghadapi tekanan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa pasar Astra pada periode Januari – April 2026 turun menjadi 49 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang sempat berada di kisaran 51 persen hingga 56 persen per bulan.
Sepanjang empat bulan pertama 2026, total penjualan mobil Astra tercatat sebanyak 143.365 unit. Sementara total pasar domestik mencapai 289.787 unit atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski masih menjadi pemain terbesar di industri otomotif nasional, pertumbuhan Astra tercatat hanya sekitar 4 persen secara tahunan. Laju tersebut tertinggal dibanding pertumbuhan pasar nasional yang mencapai dua digit.
Kontributor terbesar penjualan Astra masih berasal dari Toyota dan Lexus dengan total 86.574 unit. Daihatsu menyumbang 48.280 unit, Isuzu 8.250 unit, dan UD Trucks sebanyak 261 unit.
Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, pertumbuhan penjualan Astra ditopang oleh kendaraan komersial dan model hybrid.
“Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen,” ujar Windy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, selain kendaraan niaga, kontribusi penjualan juga mulai datang dari model elektrifikasi yang belakangan semakin diminati konsumen di pasar domestik.
“Selain itu, Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” katanya.
Di sisi lain, merek non-Astra mulai menunjukkan peningkatan agresivitas. Mitsubishi mencatat penjualan 35.367 unit sepanjang Januari-April 2026, sedangkan Suzuki mencapai 24.154 unit.
Tekanan paling besar datang dari merek asal China, khususnya BYD dan Denza. Penjualan gabungan keduanya mencapai 19.247 unit hanya dalam empat bulan pertama tahun ini.
Selain itu, Jaecoo juga menunjukkan performa signifikan dengan mencatat total penjualan 11.284 unit secara wholesales pada periode Januari–April 2026 di pasar domestik.
Capaian tersebut bahkan melampaui penjualan Hyundai yang tercatat 6.308 unit, Wuling 5.178 unit, serta Chery 4.348 unit pada periode yang sama.
Selain meningkatnya persaingan dari merek non-Astra, pasar otomotif juga mulai mengalami perubahan tren. Konsumen kini cenderung melirik kendaraan elektrifikasi dan model dengan fitur lebih lengkap. Hal itu terlihat dari penurunan penjualan low cost green car (LCGC). Total penjualan LCGC nasional pada Januari-April 2026 hanya mencapai 37.823 unit, turun 22,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 49.068 unit.
Meski demikian, Astra masih mendominasi segmen LCGC dengan market share mencapai 75 persen sepanjang awal 2026.(Muh/*)
