Kabarnanggroe.com, Sabang – Seluruh sekolah di Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, hingga kini belum menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kondisi tersebut mencakup sekitar 20 sekolah dari jenjang KB, PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Belum tersalurkannya program tersebut menjadi perhatian sekolah, terutama karena sebagian siswa mengikuti kegiatan pembelajaran tambahan hingga sore hari.
Selama ini, kebutuhan makan siang siswa masih dipenuhi secara mandiri melalui bekal yang dibawa dari rumah.
Salah satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut adalah SMP Negeri 6 Sabang.
Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMP Negeri 6 Sabang, Vera Enda Juwita, S.Pd, mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah dimintai data jumlah siswa dan guru, namun belum ada tindak lanjut berupa penyaluran MBG.
“Harapan kami, semoga ke depannya kami juga bisa mendapat manfaat dari MBG itu karena memang sangat bermanfaat. Orang tua mungkin tidak khawatir untuk asupan makanan anak-anak dan kami dari pihak sekolah juga lebih leluasa melakukan kegiatan di jam sore sebagai kegiatan tambahan sekolah,” ujar Vera, Selasa (11/8/2026).
Menurut Vera, SMP Negeri 6 Sabang memiliki sejumlah kegiatan tambahan seperti pramuka, pembinaan olimpiade, olahraga, dan seni yang berlangsung hingga sore.
Kondisi geografis wilayah serta keterbatasan komunikasi dan transportasi membuat sebagian siswa tidak mudah kembali ke rumah untuk makan siang sebelum mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk mengantisipasi kebutuhan makan siswa, sekolah mengimbau mereka membawa bekal dari rumah, termasuk menyiapkan porsi tambahan bagi yang mengikuti kegiatan hingga sore. Kondisi ini juga dirasakan siswa yang berharap program MBG segera menjangkau sekolah mereka.
Siswa SMP Negeri 6 Sabang, Syahira Amida, mengatakan MBG dapat membantu siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi beragam, termasuk anak nelayan dan petani.
Menurutnya, makanan bergizi yang diberikan secara gratis juga dapat membuat siswa lebih fokus mengikuti pembelajaran.
“Kami berharap semoga MBG cepat disalurkan ke sekolah kami. Dengan adanya MBG, uang jajan kami jadi lebih hemat dan kami juga mendapat makan siang gratis dan bergizi, sehingga belajar pun jadi lebih semangat,” katanya.
Pihak sekolah berharap program MBG segera disalurkan ke sekolah-sekolah di Kecamatan Sukamakmue.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa, program tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar hingga sore hari.(Muh/*)
