Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sekolah Sepak Bola Serantau Aceh FC menunjukkan langkah pembinaan yang maksimal dengan menurunkan langsung dua tim yaitu Serantau Kuning dan Serantau Merah pada Kejuaraan Sepakbola U-12 Pos Aceh Cup 2026 yang akan digelar di Lapangan Putra IMKA, Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh, 11-17 Oktober 2026,
Dari hasil pengundian pembagian grup di Kantor Media Pos Aceh, Jalan Tengku Adee Utama, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026) malam. Serantau Kuning menempati Pool B bersama SSB Champion, Faruq FA, Barona A, dan Rampagoe FA. Sementara Serantau Aceh tergabung di Pool C bersama Jong Aceh SS, SSB Meunasah Baet, Barona B, dan SSB Bintang Garuda.
Bagi pemilik SSB Serantau Aceh FC, Dedie Mujubir, keikutsertaan timnya di Kejuaraan U12 Pos Aceh Cup tahun ini bukan sekadar mengejar trofi.
“Tujuan utama kami ikut Kejuaraan Pos Aceh Cup adalah untuk pembinaan. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, meningkatkan teknik, taktik, dan yang paling penting, mental bertanding,” ujar pria yang akrab disapa Jubir ini.
Di tangannya, SSB yang baru resmi terbentuk setahun lalu itu kini berkembang pesat. Sekitar 100 pemain usia dini dari Banda Aceh dan Aceh Besar telah bergabung dan dibina secara rutin. Rentang usianya 7 hingga 14 tahun, dengan kelompok yang paling aktif berlatih adalah usia 9 hingga 14 tahun.
Markas mereka berada di Lapangan Gampong Jeulingke, Banda Aceh, yang sekaligus menjadi basecamp. Di sana, peluit latihan berbunyi hampir setiap hari, Senin hingga Minggu. Aktivitas hanya berhenti ketika tim tengah mengikuti turnamen.
Pembinaan Serantau Aceh FC diarsiteki lima pelatih. Selain Dedie Mujubir sendiri, ada Diky Angriawan dan Ramadhani, dua mantan penggawa Persiraja, serta dua pelatih khusus penjaga gawang. Kombinasi pengalaman eks-pemain profesional ini menjadi fondasi untuk membentuk karakter bermain sejak dini.
Mimpi besarnya pun jelas, tidak berhenti sebagai tim turnamen SSB, melainkan tumbuh menjadi sebuah kesebelasan yang kelak mampu bersaing di level liga.
Jejak Serantau di turnamen Media Pos Aceh sendiri sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, tepatnya 2024, ketika mereka rutin ambil bagian di kategori U-10. Prestasi terbaik diraih tahun lalu dengan finis di peringkat ketiga.
Karena itu, Jubir menilai konsistensi Media Pos Aceh menggelar turnamen usia dini patut diapresiasi.
“Pagelaran Pos Aceh Cup ini sangat bagus. Turnamen seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyalurkan bakat anak-anak Aceh. Ini ajang yang ideal untuk mengasah teknik, taktik, dan mental sebelum mereka melangkah lebih jauh,” tutur gelandang serang PSMS Medan dan Persiraja era 90 an ini.
Kini dengan dua tim di dua pool berbeda, Serantau Aceh FC datang ke Putra IMKA bukan hanya untuk meramaikan persaingan. Dari Jeulingke, mereka membawa 100 mimpi kecil yang sedang ditempa menuju satu mimpi besar bermain di liga.(Sdm)
