Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Gemuruh semangat anak-anak dalam mengikuti 44 cabang perlombaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Kota Banda Aceh 2026 akhirnya berakhir. Namun, semangat untuk membentuk generasi Qur’ani yang beriman, berilmu dan berakhlak diharapkan terus berlanjut setelah mereka meninggalkan panggung perlombaan.
FASI Kota Banda Aceh 2026 resmi ditutup di Masjid Jamik Lueng Bata, Selasa (8/9/2026), setelah berlangsung sejak 4 September. Penutupan dilakukan Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Ridwan, S.Ag., M.Pd., mewakili Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.
Dalam arahannya, Ridwan menyampaikan pesan Wali Kota bahwa FASI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk membangun semangat, mengasah kemampuan, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak.
“Festival Anak Saleh ini bukan sekadar ajang biasa. Kita bisa melihat semangat anak-anak dalam mengikuti lomba, mulai dari pawai hingga berbagai cabang perlombaan. Ini merupakan pembangunan nilai-nilai spiritual yang kuat bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan perlombaan memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia karena mendorong anak-anak untuk terus belajar, berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.
Ia juga mengingatkan para peserta yang meraih juara agar tidak berpuas diri. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, diminta tidak patah semangat dan terus berusaha.
“Semua anak-anak yang ikut lomba sebenarnya mendapat juara, karena mereka telah mendapatkan nilai terbaik dalam pandangan Allah SWT. Ada yang juara satu, dua, tiga, harapan dan sebagainya. Ini sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.
Ridwan mengungkapkan, Pemko Banda Aceh telah memberikan dukungan terhadap keberlanjutan FASI dan berencana mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan FASI tahun 2027.
Ia menyebutkan, dukungan tersebut telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh. Dengan dukungan pemerintah, DPRK, serta berbagai pihak lainnya, FASI diharapkan dapat digelar lebih besar dan meriah pada tahun mendatang.
“Kalau wali kotanya sudah mendukung, anggota DPRK sudah mendukung, dan semua kita sudah mendukung, insya Allah Festival Anak Saleh ini akan lebih meriah di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S., mengatakan FASI yang berlangsung sejak 4 hingga 8 September 2026 merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter Islami.
“FASI bukan sekadar sebuah kegiatan perlombaan, tapi lebih dari itu. FASI merupakan ikhtiar kita bersama untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, membentuk karakter Islami serta menumbuhkan generasi yang memiliki fondasi iman, ilmu dan akhlak yang kuat,” katanya.
Alimsyah berharap anak-anak Banda Aceh tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan karakter yang kuat.
Menurutnya, pembangunan generasi Qur’ani tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, TPA, orang tua, ulama, guru, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
“Kita ingin mewujudkan Banda Aceh sebagai kota kolaborasi yang tertib syariat, maju dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menghidupkan syiar Islam dan memperkuat pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Ustaz Bukhari, dalam laporannya menyampaikan FASI 2026 berlangsung selama lima hari dan mempertandingkan sebanyak 44 cabang lomba.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, ofisial, panitia, pengurus masjid, Imuem Mukim, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan FASI.
Bukhari juga menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRK Banda Aceh Sofyan Helmi yang turut memberikan dukungan sehingga kegiatan FASI 2026 dapat terlaksana.
Ia berharap dukungan Pemko Banda Aceh terhadap FASI dapat diwujudkan pada 2027 sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung lebih besar dan meriah.
“Semoga apa yang Ibu Wali Kota sampaikan kemarin dapat terwujud di tahun 2027. Saya yakin pergelaran ini akan lebih besar dan lebih megah,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRK Kota Banda Aceh Sofyan Helmi, Ketua DPW BKPRMI Aceh, Forkopimcam Lueng Bata, Imuem Mukim, Imuem Chiek, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, FASI Kota Banda Aceh tahun 2026 secara resmi ditutup. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi momentum berkelanjutan dalam membina dan melahirkan generasi Qur’ani di Kota Banda Aceh. (Rinaldi)
