Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Bursa calon Ketua Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
Sejumlah nama mulai mencuat dan disebut-sebut berpotensi meramaikan perebutan kursi Ketua IPAR periode mendatang. Dinamika tersebut mulai menjadi perhatian di internal organisasi, seiring komunikasi dan konsolidasi antarelemen pemuda Aceh Besar yang semakin intens.
Salah satu nama yang menyatakan kesiapan maju adalah Murdani. Ia mengaku siap mengambil bagian dalam kontestasi Mubes IPAR dan menawarkan gagasan serta komitmen untuk membawa organisasi kepemudaan tersebut menjadi lebih solid dan aktif.
“Insyaallah saya siap maju sebagai bakal calon Ketua IPAR. Ini bukan hanya soal siapa yang menjadi ketua, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun organisasi agar lebih solid dan memberikan kontribusi nyata bagi pemuda dan masyarakat Aceh Besar,” kata Murdani, Selasa (8/9/2026).
Menurut Murdani, menjelang Mubes, sejumlah nama juga mulai bermunculan dan disebut memiliki peluang untuk ikut dalam bursa calon Ketua IPAR.
Ia menyebut beberapa nama yang mulai diperbincangkan di antaranya Indra Saputra, M. Irvan Syahputra, Irfan AW, hingga anggota DPRK Aceh Besar termuda, Maulana Akbar. Selain itu, nama akademisi sekaligus pengamat M. Nur juga diprediksi dapat meramaikan bursa tersebut.
“Selain saya, ada beberapa nama yang kemungkinan akan mendaftarkan diri. Di antaranya Indra Saputra, M. Irvan Syahputra, Irfan AW, kemudian Maulana Akbar yang saat ini menjadi anggota DPRK Aceh Besar termuda. Ada juga nama M. Nur, seorang akademisi dan pengamat yang diprediksi akan ikut mendaftar,” ujarnya.
Namun, Murdani menegaskan, nama-nama tersebut masih dalam tahap pembicaraan dan dinamika internal menjelang Mubes. Keputusan untuk maju sebagai calon Ketua IPAR tetap bergantung pada kesiapan masing-masing figur serta mekanisme pendaftaran yang nantinya ditetapkan panitia Mubes.
Menurutnya, semakin banyak figur yang memiliki niat untuk maju justru menjadi bagian dari dinamika positif organisasi. Kondisi tersebut dapat memberikan pilihan lebih luas kepada peserta Mubes untuk menentukan sosok yang dinilai paling mampu memimpin IPAR ke depan.
“Yang paling penting, semua proses harus berjalan secara demokratis dan sesuai aturan organisasi. Siapa pun yang maju harus siap membawa gagasan dan program, bukan sekadar mengejar posisi,” katanya.
Murdani menilai, Ketua IPAR ke depan memiliki tantangan yang cukup besar. Organisasi tidak hanya dituntut mampu menjaga soliditas internal, tetapi juga harus memiliki program yang menyentuh kepentingan pemuda serta mampu membangun komunikasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha dan berbagai elemen masyarakat.
Karena itu, kata dia, pengalaman organisasi, kemampuan membangun jaringan, kepemimpinan, serta kapasitas merangkul berbagai kelompok menjadi sejumlah faktor penting yang harus dimiliki calon ketua.
“IPAR ini merupakan rumah besar pemuda Aceh Besar. Jadi, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu merangkul semua pihak. Jangan sampai perbedaan pilihan dalam Mubes justru membuat organisasi terpecah,” ujarnya.
Ia berharap seluruh bakal calon maupun pendukung masing-masing figur dapat menjaga suasana tetap kondusif hingga pelaksanaan Mubes. Persaingan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi organisasi, namun persaudaraan harus tetap menjadi yang utama.
“Mubes bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah Mubes kita kembali bersama dan membangun IPAR. Karena tantangan pemuda Aceh Besar ke depan jauh lebih besar,” kata Murdani.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Mubes, peta persaingan diperkirakan masih akan berubah. Deklarasi resmi para kandidat, proses pendaftaran, hingga konsolidasi dukungan di tingkat anggota akan menjadi bagian menarik dari dinamika organisasi dalam beberapa bulan ke depan.
Bursa Ketua IPAR pun diprediksi semakin ramai. Nama-nama baru masih berpeluang muncul sebelum proses pencalonan resmi dibuka.
Siapa yang akhirnya mendapat kepercayaan untuk menjadi nahkoda baru IPAR akan ditentukan melalui forum Mubes akhir tahun 2026. (Rinaldi)
