Kabarnanggroe.com, Sabang- Warga Jurong Blang Garot, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, kembali menggelar tradisi kenduri jirat atau kenduri kuburan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembersihan area pemakaman, dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Kepala Jurong Blang Garot, Zaini Salam, mengatakan tradisi kenduri jirat yang dilakukan beberapa hari lalu itu, bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian makam, sekaligus mempererat kekompakan masyarakat, dan memuliakan anak yatim.
Selain itu, kegiatan ini menjadi solusi bagi warga yang belum mampu mengadakan khanduri secara perseorangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan penuh dari warga setempat.
“Seluruh biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari sumbangan sukarela setiap kepala keluarga, seadanya dan seiklas mungkin. Selain memberikan bantuan dana secara ikhlas, masyarakat juga berpartisipasi dengan menghadiri doa bersama yang diniatkan untuk para almarhum dan almarhumah yang telah berpulang ke rahmatullah,” terang Zaini, Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi solusi bagi makam-makam yang tidak lagi memiliki keluarga yang tinggal di kampung.
Dengan adanya kenduri jirat, seluruh makam dapat dibersihkan dan dirawat bersama sehingga tidak ada yang terbengkalai, sekaligus menjadi momentum mengirimkan doa bagi seluruh arwah yang dimakamkan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Imum Chik Jurong Blang Garot, Tgk. Nasri, mengatakan rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil dan doa yang dihadiahkan kepada para pendahulu, orang tua, serta seluruh masyarakat yang telah meninggal dunia. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pendiri kampung.
“Selain mendoakan para orang tua kita, kenduri jirat memiliki makna penting dalam mempererat silaturahmi antar masyarakat. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan itu mampu memperkuat persatuan warga dalam menjaga kemaslahatan dan keharmonisan lingkungan,” ujar Tgk. Nasri.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya terdapat beragam pandangan di kalangan ulama mengenai tradisi tersebut. Namun, masyarakat Balang Garot lebih mengedepankan nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terkandung dalam kegiatan tersebut, tanpa mengesampingkan nilai-nilai ajaran Islam.
Melalui tradisi kenduri jirat, masyarakat Jurong Blang Garot berharap semangat merawat warisan para pendahulu terus terpelihara.
Selain menjadi sarana mendoakan mereka yang telah wafat, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengingatkan masyarakat bahwa kematian merupakan kepastian bagi setiap manusia, sehingga menjadi pelajaran untuk terus memperkuat persaudaraan, menghargai jasa orang tua, dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.(Muh/*)
