Kuala Simpang – Kabupaten Aceh Tamiang menyimpan sejumlah kawasan yang mempesona untuk dikunjungi, salah satunya yang berada di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu yang disebut sebagai anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT.
Air Terjun Seribu ini dikenal sebagai kawasan wisata tersembunyi dengan suasana yang masih alami dan air yang sejuk, Air terjun ini masih alami, dan perjalanannya digambarkan cukup menantang namun mengasyikkan.
Air Terjun Seribu, yang juga dikenal sebagai Air Terjun Seribu Tingkat, ini menawarkan suasana sejuk dan panorama alam yang memukai, sering disebut sebagai “Negeri 1001 Air Terjun”. Lokasinya berjarak lumayan jauh dari pusat kota, karena perjalanan menuju lokasi digambarkan menantang dan cocok bagi para petualang karena medannya yang masih alami.
Pemerintah daerah setempat telah mengupayakan pembangunan akses jalan menuju objek wisata ini untuk mempermudah pengunjung mendatangi lokasi tersebut yang masih sangat alami, dikelilingi oleh hutan yang kaya flora dan fauna, memberikan pengalaman berwisata yang menyegarkan dan tenang.
Pengunjung sering memuji air terjunnya yang sejuk dan menyegarkan, cocok untuk mandi atau sekadar menikmati suasana.Sesuai namanya (“Seribu Tingkat”), air terjun ini memiliki struktur yang tersusun bertingkat, menambah keindahan visualnya.
Mengingat lokasinya yang masih tersembunyi dan akses yang menantang, disarankan untuk menggunakan kendaraan yang sesuai untuk medan yang mungkin sulit, termasuk membawa perbekalan yang cukup karena fasilitas di sekitar lokasi mungkin terbatas.
Menjaga kebersihan dan kelestarian alam saat berkunjung dan untuk panduan rute yang lebih spesifik, dapat memeriksa Peta Google untuk Air Terjun Seribu Tingkat dipandu oleh warga setempat yang mengetahui tantangan menuju Air Terjun Seribu itu, sehingga dapat menikmati suasana panorama di sekitar objek wisata tersebut.
Sesuai namanya air terjun seribu, objek wisata ini memang menyuguhkan pemandangan air terjun berlapis atau tingkatan yang menyerupai anak tangga. Setiap anak tangga, pengunjung akan mendapat kesan berbeda.
Keasrian alam ini akan langsung didapat pengunjung ketika tiba di anak tangga pertama. Selain suara satwa yang terus bersahutan, di titik pertama ini pengunjung sudah disambut kawanan orangutan dan siamang.
Di waktu-waktu tertentu, satwa lindung ini bisa dilihat dalam jarak yang sangat dekat. Keberadaan satwa bukan hanya pada jenis primata, tapi juga aneka ragam burung yang dinyatakan mulai punah.
Jenis burung yang sudah beberapa kali ditemui di lokasi ini merupakan rangkong dan serindit, sehingga diyakini keberadaan satwa ini akan menjadi daya tarik pengunjung. Terlebih keberadaan aneka jenis pepohonan dalam ukuran besar yang mempertegas air terjun seribu masih asri dan alami.
Salah satu pengunjung, Fitriadi mengatakan, Air Terjun Seribu menjadi salah satu wisata yang ada di Desa rongoh. “Selain air terjun seribu, ada juga tempat pariwisata di Desa Rongoh yaitu, pemandian air panas dan wisata arum jeram,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, air yang mengalir dari bebatuan perbukitan sangat dingin dan jernih serta tempatnya yang masih asri yang belum terjamah oleh tangan-tangan tidak bertanggungjawab, “Sarana jalan ke lokasi air terjun pun sudah dirabat beton untuk menikmati rindangnya pohon dari paparan sinar matahari,” ujarnya.
Dikatakan, sesuai namanya air terjun seribu, objek wisata ini memang menyuguhkan pemandangan air terjun berlapis atau tingkatan yang menyerupai anak tangga. “Setiap anak tangga, pengunjung akan mendapat kesan berbeda Keasrian alam ini akan langsung didapat pengunjung ketika tiba di anak tangga pertama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyebutkan, air terjun seribu di Kampung Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang bukan hanya menawarkan keindahan alam.
“Koleksi flora dan fauna yang begitu kaya menjadikan objek wisata yang masih alami ini memberikan keindahan tersendiri,” sebutnya. Tetapi, dia mengingatkan pengunjung tidak mengusik keberadaan satwa ini agar habitatnya tetap terjaga dan memastikan keberadaan satwa bukan hanya pada jenis primata, tapi juga aneka ragam burung yang dinyatakan mulai punah.
“Keasrian alam ini akan langsung didapat pengunjung ketika tiba di anak tangga pertama. suara satwa yang terus bersahutan, di titik pertama ini pengunjung sudah disambut kawanan orangutan dan siamang,” ungkap Kadispora Aceh Tamiang itu.
Lebih lanjut, ada jenis burung yang sudah beberapa kali ditemui di lokasi ini merupakan rangkong dan serindit dan kita meyakini keberadaan satwa ini akan menjadi daya tarik pengunjung. “Terlebih keberadaan aneka jenis pepohonan dalam ukuran besar yang mempertegas air terjun seribu masih asri dan alami,” pungkasnya.
Air Terjun Seribu merujuk pada beberapa lokasi air terjun di Indonesia, terutama yang populer di Aceh Tamiang dan juga yang dikenal sebagai Air Terjun Tangga Seribu di Aceh Selatan. Air terjun lainnya dengan nama serupa juga ada di daerah lain seperti Bogor dan Samarinda.(Adv)
