Kabarnanggroe.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mencatat hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami anomali suhu di atas normal selama bulan April 2026, menjadikannya lebih panas dari biasanya.
Data dari 116 stasiun pengamatan BMKG menunjukkan anomali suhu rata-rata bulan April 2026 terhadap periode normal 1991-2020 didominasi positif, artinya suhu lebih panas dibandingkan rata-rata historis pada bulan yang sama.
Anomali suhu tertinggi tercatat di Serang, Banten yang mencapai +1,4°C dari normal. Kemudian disusul Jakarta Utara (+1,27°C), Kepulauan Sula di Maluku (+1,24°C), Jakarta Timur (+1,21°C), dan Minahasa Utara, Sulawesi Utara (+1,16°C).
Sementara itu, tidak ada satupun wilayah yang mencatat anomali suhu ekstrem terendah di bawah -1°C. Anomali negatif terbesar hanya -0,2°C yang tercatat di Tual, Maluku Tenggara.
Lebih lanjut lagi, Indonesia saat ini tengah beregerak menuju musim kemarau. Namun BMKG memperingatkan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah dalam sepekan ke depan.
Menurut BMKG sejumlah faktor jadi pemicu hujan lebat di beberapa wilayah. Di antaranya adalah aktivitas sejumlah gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang tersebar di sebagian wilayah Indonesia.
“Gelombang atmofser tersebut berperan dalam memodulasi proses konvektif pada skala yang lebih luas, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” tulis BMKG dalam laman resminya, Senin (4/5/2026)
Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi masih berada di fase 2 (Samudra Hindia). Fenomena ini berkontribusi mendorong terbentuknya awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk pesisir barat Sumatera, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua
“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” ujar BMKG.(Muh/*)
