Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Ada balapan yang sekadar ditonton, ada pula balapan yang dirasakan denyutnya. Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh Honda Cup Race Putaran 2 termasuk yang kedua.
Bukan hanya karena deru mesin dan perebutan podium, tetapi karena ada satu suara yang akan menghidupkan setiap tikungan di Sirkuit Non Permanen Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.
Suara itu milik Maimun Fikri. Komentator kawakan otomotif Aceh yang namanya sudah melekat erat dengan setiap gelaran balap motor di Tanah Rencong.
Selama dua hari, 7 hingga 8 November 2026, Maimun akan menjadi pemandu jalannya kejuaraan yang memperebutkan Trophy Pembina IMI Aceh, Dr. H. M. Nasir Jamil, M.Si. Sebuah tugas yang bukan sekadar memanggil nomor start, melainkan meracik suasana agar ribuan pasang mata tetap terpaku pada lintasan.
Bukan Sekadar Komentator
Bagi pecinta balap motor Aceh, nama Maimun Fikri bukan nama asing. Ia dikenal dengan karakter suara yang khas, intonasi yang meledak-ledak, dan kemampuan membaca ritme balapan dengan sangat hidup.
Ketika pembalap terbaik dari Aceh dan Sumatera Utara saling salip di lintasan, Maimun akan hadir sebagai penerjemah emosi.
Ia mengubah kecepatan menjadi cerita, mengubah persaingan menjadi drama, dan mengubah sorak penonton menjadi gema yang menyatu dengan raungan knalpot.
Kehadirannya dipastikan membuat kejuaraan kali ini semakin semarak dan seru. Penonton yang datang langsung ke sirkuit akan merasakan atmosfer yang berbeda, sementara mereka yang menyaksikan dari kejauhan tetap bisa merasakan panasnya persaingan melalui lantunan suaranya.
Dalam Satu Lintasan
Yang membuat Maimun berbeda adalah gaya bertuturnya. Ia tidak terpaku pada satu bahasa. Dalam satu tarikan napas, ia mampu menyisipkan sentuhan bahasa Latin, Inggris, hingga Jepang. Sebuah ramuan yang membuat komentarnya terasa atraktif, segar, dan menghibur.
Gaya itu bukan sekadar pemanis. Bagi Maimun, bahasa adalah bumbu untuk menghidupkan balapan. Kata-kata asing yang diselipkan di sela komentar menjadi ciri khas yang mudah diingat dan selalu dinantikan penonton.
Di tangan Maimun, sebuah manuver menyalip bukan hanya disebut menyalip. Ia bisa berubah menjadi sebuah pertunjukan, sebuah momen yang membuat penonton berdiri dan bersorak.
Kawal Lomba
Jelang kejuaraan, Maimun menyatakan kesiapannya untuk kembali mengawal jalannya lomba. Dengan nada khasnya, ia menutup perbincangan dengan kalimat yang sudah menjadi identitasnya.
“Perfecto… Adios,” ujar Maimun Fikri kepada posaceh.com, Jumat (7/11/2026).
Kalimat singkat itu bukan sekadar penutup. Ia adalah janji bahwa Kejurprov IMI Aceh Honda Cup Race Putaran 2 akan disajikan dengan penuh semangat dan penuh warna.
Ketika bendera start dikibarkan pada akhir pekan ini, penonton tidak hanya akan mendengar suara mesin, juga akan mendengar suara yang selama ini menjadi nadi balap motor Aceh dari Bung Maimun Fikri. (Sdm).
