Jamaah Shalat Ied Penuhi Masjid Baitus Shalihin Ulee Kareng

Ratusan jamaah shalat Ied keluar dari Masjid Baitus Shalihin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/6/2025) pagi. FOTO MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Masjid Baitus Shalihin, Ulee Kareng, Banda Aceh dipenuhi jamaah shalat Ied , baik pria maupun wanita pada Jumat (6/6/2025) pagi. Sebagian jamaah mulai berdatangan secara bergelombang sesuai shalat Subuh sampai jelang shalat dimulai.

Untuk shaf laki-laki di lantai satu dan dua masjid, sedangkan shaf perempuan di area belakang masjid, bahkan ada yang shalat di tangga dan juga pelataran depan masjid kebanggaan warga Ulee Kareng ini.

Shalat Idul Adha juga dilaksanakan di sejumlah masjid dan meunasah gampong di Kecamatan Ulee Kareng, seperti Gampong Doi, Ie Masen Kayee Adang, Ie Masen Ulee Kareng, Pango dan sejumlah masjid lainnya.

Pelaksanaan shalat Ied berjalan lancar dan aman dan jamaah baru pulang sesuai khatib menyampaikan khutbah sekitar 20 menit. Sang khatib menguraikan keikhlasan dan ketulusan Nabi Ibrahim seusai menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail yang mulai beranjak dewasa.

Puluhan kendaraan roda empat jamaah shalat Ied parkir di sisi kiri dan kanan badan jalan Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/6/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Tetapi, sebelum melaksanakan niatnya, Nabi Ibrahim meminta pendapat dari Nabi Ismail yang dijawab meminta ayahnya melaksanakan perintah tersebut. Saat akan Nabi Ismail akan disembelih, Allah mengganti dengan seekor kibas.

Dari ini dapat dipetik hikmah, jika ada sesuatu hal dalam keluarga, maka harus dikomunikasikan terlebih dahulu, antara orang tua dan anak. Dikatakan, orang tua tidak boleh memveto sang anak, tanpa bertanya terlebih dahulu atau menjalin komunikasi dengan baik.

Ditambahkan, jika ada hal kecil dalam keluarga, jangan dibesar-besarkan, tetapi cobalah untuk saling berkomunikasi. Dia mencontohkan, jika seorang anak melakukan maksiat, maka cobalah berdialog, sehingga sang anak tidak lagi mengulangi perbuatannya karena Allah SWT.

Ditambahkan, Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang berbuat baik, seperti ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari ini, Khatib juga menguraikan doa Nabi Ibrahim yang belum punya anak walau usia sudah uzur, yang akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT dengan lahirnya Nabi Ismail.

Seratusan kendaraan roda dua jamaah shalat Ied parkir dengan rapi di depan Masjid Baitus Shalihin, Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/6/2025) pagi. FOTO MUHAMMAD NUR

Bahkan, Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dengan Ismail di lembah tanpa kehidupan, Tetapi, dengan ketenangan dan ketulusan Nabi Ibrahim meninggalkan keduanya yang akhirnya muncul air Zamzam dari hentakan kaki Nabi Ismail sampai saat ini.

Nabi Ibrahim sebelumnya juga berdoa agar di tempat keduanya ditinggalkan akan da buah-buahan yang saat ini terbukti, pohon buah-buahan banyak tumbuh di Arab Saudi.

Dari hal itu dapat diambil pelajaran, dengan hati yang tenang dan tulus, Nabi Ibrahim tidak ada keraguan sedikit pun atas perintah Allah SWT untuk menempatkan keduanya di lembah seperti kematian, apalagi, itu datang dari perintah Allah SWT

Bagi umat saat ini, ketulusan menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya akan memberi kelapangan dalam mencari rezeki, seperti rezeki yang lebih baik lagi.

Selain itu, juga dikisahkan tentang bala tentara Raja Namrud yang berniat menyerang Nabi Ibrahim yang seorang diri. Tetapi, Nabi Ibrahim berdoa dan Allah mengirim bala tentara bantuan, nyamuk yang akhirnya menghabisi seluruh tentara bersama sang raja zalim itu.

Nyamuk menyerang dengan masuk ke lubang telinga yang membuat tentara kesakitan berjatuhan dan Raja Namrud juga mati akhirnya akibat serangan nyamuk yang masuk ke dalam kepalanya.

Puluhan kendaraan roda empat jamaah shalat Ied parkir di sisi kiri dan kanan badan jalan ke arah kota di Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (6/6/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Pada bagian akhir khutbah, khatib mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, seperti berkurban dan Allah tidak akan menyia-nyiakan ibadah ini.

Seusai khutbah, seluruh jamaah shalat Ied membubarkan diri dengan tertib, ada yang naik roda dua maupun roda empat. Untuk roda dua, parkir di depan area masjid dan jalan masuk masjid.

Sedangkan kendaraan roda empat, mulai dari Simpang Tujuh Ulee Kareng sampai depan Bank BSI, parkir di sisi kiri dan kanan badan jalan. Ratusan kendaraan roda empat yang parkir menunjukkan kawasan Ulee Kareng sudah banyak dihuni kalangan menengah ke atas.

Hal itu berbeda sebelum dan awal-awal pasca tsunami 26 Desember 2004, belum banyak kendaraan roda empat dan dua. Tetapi, seiring berjalannya waktu, komplek perumahan menjamur di kawasan ini sampai perbatasan Banda Aceh, Cot Iri dan sekitarnya yang masuk wilayah Aceh Besar.(Muh)

Exit mobile version