Bina 38 Calon Pemimpin Perempuan, Ammar Academy Gelar Program Intensif Women Empowerment Hub Batch 1

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH — Ammar Academy, lembaga program inisiasi Remaja Masjid Oman Al-Makmur, menggelar program pelatihan intensif bertajuk Women Empowerment Hub Batch 1. Program rutin yang diikuti oleh 38 peserta terdaftar ini berlangsung selama empat pekan berturut-turut, mulai 27 September hingga 18 Oktober 2026, yang dilaksanakan setiap Minggu sore di Hotel Syariah Oman Al-Makmur, Banda Aceh.

Pelaksanaan program ini dirancang secara interaktif melalui kombinasi pemaparan materi dari narasumber, presentasi akademik, diskusi kelompok, hingga praktik langsung (role-play & public speaking practice).

Ketua Panitia Women Empowerment Hub, Jihan Latifa, S.E., menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai ruang tumbuh yang komprehensif untuk membina fondasi spiritual, mentalitas kepemimpinan, dan kepercayaan diri pemudi modern.
“Program Women Empowerment Hub ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para calon pemimpin perempuan agar memiliki kepercayaan diri, kecerdasan emosional, serta keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman,” ungkap Jihan Latifa,

Beliau menambahkan bahwa keberanian untuk terus belajar dan mempercayai potensi diri adalah kunci utama perubahan.
“Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan mampu menyuarakan gagasannya secara efektif dan santun, ia tidak hanya menginspirasi lingkungannya tetapi juga mampu membuka ruang perubahan yang lebih luas di masyarakat,” tegas Jihan.

Tiga Pilar Narasumber dan Rangkaian Materi
Selama empat pekan penyelenggaraan, Women Empowerment Hub menghadirkan tiga narasumber ahli yang membekali peserta dari berbagai sudut pandang:

Hj. Dr. Kamisah, M.Ag. – Perspektif Nilai & Karakter Muslimah
Fokus pada pembentukan fondasi spiritual dan etika keislaman. Dr. Kamisah membedah peran, hakikat, dan karakter ideal perempuan dalam Islam, serta membekali peserta agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, anggun, dan berprinsip tanpa kehilangan identitas agamanya di era modern.

Nara sumber kedua adalah Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng. – Pengembangan Skill, Mentalitas & Kepemimpinan
Membahas tema spesifik “Communication Skill for The Future Women Leader”. Dalam pertemuannya pada Minggu (04/10/2026), Dr. Syaifullah menguraikan kedudukan strategis perempuan sebagai anak, istri, dan anggota masyarakat, serta potensi utuh perempuan yang memadukan kekuatan fisik, otak (rasionalitas), nafsu (semangat), dan hati nurani (dhamir). Potensi ini mengasah kemampuan berpikir analitis dalam memecahkan masalah dan kreatif dalam melahirkan inovasi.

Dr. Syaifullah juga mengupas mendalam Enam Prinsip Komunikasi Qur’ani:
– Qaulan Sadidan: Komunikasi yang benar, jujur, dan berbasis fakta/data.
– Qaulan Balighan: Komunikasi yang tepat sasaran, lugas, dan komunikatif.
– Qaulan Layinan: Komunikasi yang lembut, santun, dan persuasif.
– Qaulan Kariman: Komunikasi yang mulia dan menghormati martabat lawan bicara.
– Qaulan Ma’rufan: Komunikasi yang baik, bermanfaat, dan sesuai norma.
– Qaulan Maysuran: Komunikasi yang mudah dipahami, jernih, dan menyenangkan.

Selain itu, beliau membekali peserta dengan teknik presentasi akademik (struktur gagasan berbasis evidence, objektif, dan argumentatif) serta pentingnya penguasaan komunikasi non-verbal (kontak mata, gestur, ekspresi, postur, dan intonasi suara) untuk memperkuat kredibilitas penyampaian pesan.
“Perempuan pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang unggul secara intelektual dan analitis, melainkan mereka yang mampu memadukan ketajaman berpikir dengan ketulusan hati nurani dan kelembutan sikap dalam setiap tindakan,” puji Syaifullah Muhammad.

“Komunikasi adalah seni memindahkan gagasan dan mempengaruhi lingkungan secara positif. Ketika prinsip-prinsip komunikasi Qur’ani dipadukan dengan teknik presentasi yang profesional, perempuan akan menjadi pemimpin yang disegani, berdampak, dan membawa rahmat bagi lingkungannya,” tambah Syaifullah.

Selanjutnya Nara Sumber ketiga adalah Jihan Latifa, S.E. – tentang Pemberdayaan Diri, Pertumbuhan & Kekuatan Internal

Berfokus pada self-improvement, ketenangan batin, dan pembentukan kesadaran penuh akan potensi diri. Materi ini menanamkan pentingnya menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learning), berani mencoba hal baru tanpa takut gagal, mengatasi imposter syndrome (perasaan merendahkan kemampuan diri sendiri), serta membangun kepercayaan diri yang berakar dari ketenangan dan penerimaan diri (self-acceptance).

Mencetak Generasi Pemimpin Berkarakter
Melalui kombinasi penyampaian teori, simulasi praktik, dan sesi diskusi interaktif, program Women Empowerment Hub diharapkan dapat melahirkan 38 alumni Batch 1 yang tidak hanya tangguh secara mental dan mahir berkomunikasi, tetapi juga memiliki fondasi moral Islami yang kuat untuk memimpin di berbagai sektor sosial maupun profesional. (Herman/Heri Ulka)

Exit mobile version