Tiga Tim Riset MAN 1 Aceh Besar Observasi Ragam Hias untuk Persiapan MYRES Aceh 2026

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Tim Riset MAN 1 Aceh Besar melaksanakan observasi dan studi karya ragam hias pada sejumlah bangunan tradisional dan bersejarah di Aceh Besar, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penelitian sebagai persiapan mengikuti Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) Aceh 2026.

Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Aceh Besar mengirimkan tiga tim riset yang melakukan penelitian di tiga lokasi berbeda, yaitu Masjid Tuha Indrapuri Aceh Besar, Rumoh Aceh Tje’mat Rahmani di Lubuk Sukon, dan Rumoh Aceh milik Pak Saiful di Lubuk Sukon.

Tim pertama melakukan observasi di Masjid Tuha Indrapuri. Tim ini dibimbing oleh Ansar Salihin, M.Sn., dengan anggota Amiratul Nisa kelas XI-1, Cahaya Atika Asry kelas XI-1, dan Alya Maksumah kelas XI-4. Observasi dilakukan untuk mengkaji berbagai karya ragam hias yang terdapat pada bangunan Masjid Tuha Indrapuri, khususnya dari aspek bentuk dan karakter visual ornamen.

Tim kedua melaksanakan observasi di Rumoh Aceh Tje’mat Rahmani, Lubuk Sukon. Tim yang juga dibimbing oleh Ansar Salihin, M.Sn., ini beranggotakan Nabila Khansa Najwa kelas XI-1 dan Felicya Anisa Putri kelas XI-1. Penelitian diarahkan pada pengamatan dan pendokumentasian ragam hias yang terdapat pada Rumoh Aceh sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya Aceh.

Sementara itu, tim ketiga melakukan observasi di Rumoh Aceh Pak Saiful, Lubuk Sukon. Tim ini terdiri atas Syaza Attyah kelas XI-1, Ulfa Nabila kelas XI-6, dan Nailatul Fadila kelas XI-4, dengan pembimbing Ansar Salihin, M.Sn. Tim melakukan pengamatan terhadap bentuk dan keberadaan ragam hias pada Rumoh Aceh serta mengumpulkan data lapangan sebagai bahan penelitian.

Ketiga tim melakukan observasi secara langsung melalui pengamatan karya, dokumentasi, pencatatan data, dan studi terhadap objek yang diteliti. Kegiatan lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian agar data yang diperoleh dapat digunakan untuk memperkuat kajian masing-masing tim.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Aceh Besar terus mendorong murid untuk mengenal, mengkaji, dan mendokumentasikan kekayaan seni budaya lokal melalui penelitian. Hasil penelitian dari ketiga tim selanjutnya akan dikembangkan sebagai bahan persiapan untuk mengikuti MYRES Aceh 2026.(Herman/*)

Exit mobile version