Jembatan Reje Payung Putus, 78 Kepala Keluarga Terdampak

Kondisi jembatan darurat di wilayah Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, rusak diterjang derasnya arus sungai setelah hujan lebat pada 26 September 2026. FOTO/BPBD Aceh Tengah/Satiran

Kabarnanggroe.com, Takengon – Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tengah pada Sabtu, 26 September 2026, menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap. Kondisi tersebut mengakibatkan Jembatan Gantung Reje Payung di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, putus diterjang derasnya arus sungai.

Jembatan sepanjang sekitar 120 meter tersebut merupakan Jembatan Garuda yang dibangun oleh TNI dan telah diresmikan beberapa bulan lalu.

Putusnya jembatan berdampak terhadap akses masyarakat, khususnya 78 kepala keluarga di Kampung Reje Payung.

Selain itu, warga Kampung Jamat juga terdampak, terutama anak-anak SD dan SMP yang bersekolah di Kampung Reje Payung.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dandim 0106 Aceh Tengah terkait penanganan jembatan tersebut.

Menurut Andalika, berdasarkan koordinasi dan permintaan masyarakat, BPBD Aceh Tengah mengirimkan perahu fiber ke lokasi untuk digunakan sebagai sarana penyeberangan sementara.

“Perahu tersebut akan membantu masyarakat beraktivitas dan mendukung akses pendidikan siswa selama jembatan belum dapat digunakan,” ujar Andalika.

Andalika menambahkan, sarana penyeberangan tersebut bersifat sementara sambil menunggu penanganan dan pembangunan kembali jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat Kampung Reje Payung dan Kampung Jamat.(Muh/*)

Exit mobile version