Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Para petani pembuatan garam di Lampanah Leugah, Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya. Meskipun kemampuan produksi bisa mencapai 40 Kilogram dalam satu hari, namun pemasaran garam menjadi persoalan tersendiri bagi para petani, itu sebabnya, para petani minta Pemkab Aceh Besar membantu mempromosikan garam asli Lampanah Leungah itu.
“Maka untuk itu kami berharap Pemerintah Aceh Besar untuk membantu mempromosikan garam yang dihasil para petani di Lampanah,” kata Sawiah Ismail (70) petani garam Lampanah Leungah, kepada pewarta posaceh.com, di Lampanah, Kamis (31/08/2023).
Dia mengatakan, produksi garam dengan cara tradisional tersebut sudah dia dirintis sejak tahun 1980 an, tapi hingga kini jangkauannya masih sebatas untuk konsumsi rumah tangga dan masyarakat di Kemukiman Lampanah dan sekitarnya.
“Ya, sampai saat kini semua petani garam disini terkendala masalah pemasarannya, maka kami memohon kepada Pemerintah untuk mencari solusi terkait permasalah ini,” ujarnya
Senanda dengan Sawiah Ismail, Afiani (48) juga mengatakan selama berkerja sebagai petani garam kurang lebih lima tahun, permasalahan yang dihadapi terkait pemasarannya.
“Masalahnya, ya dibagian pemasaran, bila untuk produksi, Alhamdulillah setiap hari pasti ada, apabila cuacanya tidak hujan,” paparnya.
Sementara, untuk harga garam yang kami produksi masih stabil dan normal.
“Harganya sekitar Rp 6000- Rp 10,000 per kilogram. Walaupun harganya murah. Tapi, tetap susah untuk memasarkan garam produksi kami,” ungkapnya
Ia mengungkapkan, saat ini para petani garam sangat membutuhkan uluran tangan yang kuat dari pemerintah guna memacu kesejahteraan mereka.
“Kami sebagai petani garam juga membutuhkan jaminan kesejahteraan dengan bantuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan kami,” ungkap Afiani
Ia menambahkan, karena sampai saat ini belum ada bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk para petani garam di kawasan Lampanah.
“Maka untuk itu, tolong lah pihak Pemerintah supaya bisa lebih memperhatikan nasib para petani garam,” pungkasnya (Dj)
