Balai Pelestarian Kebudayaan RI Wilayah 1 Aceh Beri Penghargaan kepada Cucu Abu Tanoh Abee

Cucu Abu Tanoh Abee yang akrab disapa Cutbang Abulis menerima penghargaan sebagai Tokoh Muda Peduli Sejarah dan Manuskrip Kuno Aceh, di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).FOTO/ DOK MPA

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Cucu Abu Tanoh Abee yang akrab disapa Cutbang Abulis kembali menerima penghargaan sebagai Tokoh Muda Peduli Sejarah dan Manuskrip Kuno Aceh. Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK RI) Wilayah I Aceh sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi Cutbang Abulis dalam upaya pelestarian sejarah serta naskah-naskah kuno Aceh. Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh Piet Rusdi, selaku Kepala BPK Wilayah I Aceh.

Selain penyerahan penghargaan, BPK RI Wilayah I Aceh bekerja sama dengan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry juga menggelar talkshow bertema “Pelestarian Naskah Kuno: Merawat Ingatan, Menjaga Identitas”.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, yakni Hermansyah, filolog Aceh sekaligus Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry; Piet Rusdi, Kepala BPK RI Wilayah I Aceh; Sony Damalan, perwakilan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI); serta Cutbang Abulis yang mewakili Zawiyah Teungku Chik Tanoh Abee.

Talkshow berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Puluhan mahasiswa dan mahasiswi UIN Ar-Raniry turut hadir dan aktif mengikuti diskusi, bersama sejumlah pemerhati sejarah dan kebudayaan Aceh.

Turut hadir pula Masykur, pemilik Museum Pedir, serta peserta lainnya dari berbagai latar belakang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian manuskrip kuno dan warisan sejarah Aceh semakin meningkat, sekaligus memperkuat identitas budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.(CBoy)

Exit mobile version