Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Banjir bandang disertai longsor yang menghantam wilayah tengah, khususnya Aceh Tengah telah merusak seribuan unit rumah dengan berbagai kategori dan belasan jembatan pengubung antarkecamatan.
Jumlah rumah yang rusak karena diterjang banjir dan longsor di Aceh Tengah mencapai 1.890 unit.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah dalam rilis Jumat (28/11/2025) menyebutkan kerusakan rumah mulai dari rusak berat, sedang hingga ringan.
Selain rumah, sebanyak 15 unit jembatan putus diterjang banjir dan longsor pada Rabu (26/11/2025).
Hingga Minggu (30/11/2025) akses dari Bireuen ke Aceh Tengah juga masih putus. Jembatan penghubung di Kecamatan Juli, Bireuen belum juga bisa dilintasi, sehingga pengunjung masih terjebak di kawasan Bener Meriah.
Melansir website Pemkab Aceh Tengah, Jumat (28/11/2025), Pemkab Aceh Tengah menetapkan status Tanggap Darurat menyusul bencana hidrometeorologi, berupa banjir bandang dan tanah longsor, yang menerjang wilayah tersebut dari 25 hingga 28 November 2025.
Data per 28 November 2025 pukul 10.00 WIB menunjukkan dampak bencana sangatluas, mencakup 14 kecamatan dan 15 jiwa meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Aceh Tengah, Andlika, ST, menyatakan kerusakan rumah telah memaksa 3.213 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.
Disebutkan, kerusakan rumah sebanyak 1.890 unit rumah. Ditambahkan bencana ini telah memutus akses jalan nasional menuju Aceh Tengah dari luar kabupaten, khususnya Bireuen.
Melansir Tribungayo.com, puluhan ruas jalan menuju kecamatan dan desa terputus, mengakibatkan 9 Kecamatan terisolir dari ibu kota kabupaten, Takengon. Sebanyak 15 jembatan juga dilaporkan terputus.
“Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjangkau semua korban,” jelasnya. Ditambahkan sejumlah wilayah terisolir mengalami kekurangan logistik karena bantuan belum dapat disalurkan.
“Kami juga menghadapi kendala kelangkaan BBM, telekomunikasi terputus, dan listrik padam di banyak lokasi,” ujanya.
Sementara itu, Pemkab Aceh Tengah merilis daftar kebutuhan logistik tanggap darurat, terutama untuk kebutuhan pangan dan sandang bagi ribuan pengungsi.
Prioritas utama kebutuhan logistik meliputi:
– Pangan: Beras (500 Ton), Telur (2.500.000 Butir), Indomie (10.000 Dus), dan Air Mineral (5.000 Kotak).
– Sandang dan Tempat Tinggal: Tenda Keluarga (7.500 Pcs), Alas Tidur (25.000 Pcs), Selimut (15.000 Pcs), dan Kasur Lipat (25.000 Unit).
– Bahan Bakar Minyak Solar (100.000 Liter), Bahan Bakar Minyak Pertalite/Pertamax (25.000 Liter), serta 5 Unit Boats untuk akses ke daerah terisolir.(Muh/*)
