Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Aceh dan Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Aceh kembali melaksanakan kegiatan Sanger Ureung Aceh di Kota Banda Aceh, Rabu (28/02/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan pangan yang disajikan di warung kopi aman dan layak dikonsumsi masyarakat. Pelaksanaan Sanger Ureung Aceh menyasar lima warung kopi populer di Banda Aceh melalui rangkaian Tribakti Pangan Aman, yang meliputi pengujian sederhana bahan pangan, pemantauan sarana dan pengelolaan pangan, serta edukasi langsung kepada pelaku usaha.
Selain itu, BBPOM Aceh juga membuka pojok layanan informasi kepada masyarakat serta menampilkan pameran produk obat dan makanan hasil temuan BPOM yang tidak memiliki izin edar maupun bersifat ilegal.
Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, BBPOM Aceh menemukan dua sampel produk pangan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya boraks, masing-masing pada kerupuk tempe dan kerupuk kuning. Seluruh sampel tersebut selanjutnya akan dilakukan uji konfirmasi di Laboratorium BPOM Aceh guna memastikan hasil temuan secara ilmiah.
Penanggung Jawab Kegiatan, Yanti, mengatakan bahwa Sanger Ureung Aceh merupakan upaya nyata BPOM Aceh dalam mendekatkan pengawasan pangan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha dan konsumen agar semakin peduli terhadap keamanan pangan. Warung kopi sebagai ruang publik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pangan aman,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BBPOM Aceh menyerahkan Stiker Sanger Ureung Aceh kepada warung kopi yang tidak ditemukan produk ilegal maupun bahan berbahaya. Stiker tersebut menjadi penanda komitmen pelaku usaha dalam menyajikan pangan yang aman dan bermutu bagi konsumen.
Apresiasi juga disampaikan Iswadi, perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan peran Pramuka dalam edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama BBPOM Aceh melalui SAKA POM. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata bagi anggota Pramuka untuk terlibat langsung dalam upaya perlindungan masyarakat melalui pengawasan pangan,” katanya.
Melalui pendekatan yang dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat, BBPOM Aceh terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat melalui pangan yang aman.(Hadi)
