Pendamping untuk Peningkatan Kualitas Produk Berakhir, Diskop dan UKM Aceh Dorong Pengembangan Usaha Kuliner

Sub Koor Fasilitasi Usaha Kecil Saiful Bahri, SE, MM, foto bersama peserta pelatihan usai penutupan pendampingan pelaku usaha di SEI Hotel Banda Aceh, Rabu (26/11/2025). FOTO/DISKOP DAN UKM ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro melalui program pendampingan yang berfokus pada pengembangan sektor kuliner. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing, kualitas produk, serta kapasitas manajerial UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar.

Sub Koor Fasilitasi Usaha Kecil Saiful Bahri, SE, MM, menegaskan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan paling pesat di Aceh. Melalui pendampingan terstruktur, pemerintah ingin memastikan para pelaku usaha memiliki keterampilan dan pemahaman yang memadai terkait produksi, higienitas, pengemasan, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan.
“Program pendampingan tersebut mencakup pelatihan teknis, konsultasi bisnis, serta akses informasi mengenai perizinan dan pembiayaan. Diskop UKM Aceh juga bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk lembaga keuangan, akademisi, dan praktisi industri, untuk menghadirkan materi yang relevan dan aplikatif bagi pelaku usaha kuliner,” kata Saiful Bahri saat menutup kegiatan pendampingan kuliner di SEI Hotel Banda Aceh, Jumat (28/11/2025)

Diskop UKM Aceh berharap program ini dapat mempercepat pertumbuhan UMKM kuliner sekaligus membuka peluang kerja baru, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan pendampingan pada tahun mendatang agar lebih banyak pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya.
“Kami berharap pengusaha kuliner mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan dan efisiensi operasional. Produk kuliner lokal juga dinilai memiliki peluang besar menembus pasar nasional jika didukung oleh branding dan kualitas yang konsisten,” ucapnya.

Pendampingan UKM ini secara khusus juga bertujuan membangun komitmen formal antara pendamping dan UKM dalam pelatihan berkala mengenai standar kualitas, rasa, porsi, dan higienitas (kebersihan) produk yang dijual.

Konsistensi kualitas produk dan efisiensi kerja juga perlu dipastikan melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) untuk seluruh aktivitas operasional. Di era serba digital seperti saat ini, media promosi digital melalui website dan sosial media sangat berpengaruh dalam pengembangan produk maupun sebagai sarana komunikasi pemasaran menjalin kedepatan dengan konsumen.
”Kami juga berusaha mendorong perluasan jangkauan pasar melalui platform pengantaran makanan secara online. Misalnya, Gofood dan Shopeefood, sebagai upaya meningkatkan omzet penjualan. Juga inovasi produk melalui diversifikasi varian sambal dan menu lainnya, serta membangun sistem pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel,” pungkas Saiful Bahri.(Adv)

Exit mobile version