Rute Langsung Banda Aceh ke Jeddah Dibuka, Warga Padati Kantor Imigrasi Banda Aceh

Seorang warga sedang menverifikasi data untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, di MPP Pasar Aceh, Senin (28/8/2023) siang. FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banda Aceh saat ini mengalami peningkatan pesat dalam permintaan pembuatan paspor. Lonjakan ini terjadi setelah diperkenalkannya layanan penerbangan langsung antara Banda Aceh ke Jeddah.

Plt Kakanim Banda Aceh Gindo Ginting, melalui Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Reza Anugerah menyampaikan, peningkatan permintaan secara signifikan berkaitan erat dengan ketersediaan rute penerbangan Banda Aceh-Jeddah.

“Kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam permintaan paspor ini, terjadi setelah adanya penerbangan umrah secara langsung dari Banda Aceh ke tanah suci,” ujarnya, di MPP Pasar Aceh, Senin (28/8/2023) siang.

Menurutnya, adanya layanan penerbangan yang lebih mudah diakses, warga Banda Aceh kini dapat dengan cepat dan nyaman mendaftar secara online dan mengambil paspor mereka di Kantor Imigrasi. Kantor Imigrasi Banda Aceh juga telah meningkatkan upaya mereka untuk memproses aplikasi paspor dengan cepat dan efisien, sehingga dapat mengakomodasi lonjakan permintaan dengan baik.

Antrian Warga menunggu pengambilan paspor, di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, di MPP Pasar Aceh, Senin (28/8/2023) siang.FOTO/ WAHYU DESMI

“Hal ini merupakan langkah positif dalam memfasilitasi mobilitas internasional bagi masyarakat setempat,” ucap Reza.

Reza Anugerah mengungkapkan, sampai saat ini Kantor Imigrasi Banda Aceh memberikan pelayanan untuk dua jenis paspor, di antaranya paspor biasa dan paspor elektronik. Sementara pelayanan pembuatan paspor elektronik polikarbonat, hanya ada di Kantor Imigrasi pusat di Jakarta. “Untuk kedepannya, paspor polikarbonat itu juga dapat dibuat di Banda Aceh,” imbuhnya.

Selain itu, Reza menjelaskan, Kantor Imigrasi Banda Aceh hanya melayani pembuatan paspor, namun untuk pembuatan visa harus melalui kantor kedutaan. Pengajuan persetujuan visa tersebut, sesuai dengan negara tujuan yang akan dikunjungi.

“Kalau mau umrah harus mengajukan persetujuan visa di kedutaan Arab Saudi sebelum diberangkatkan, begitu pula untuk kunjungan lainnya tergantung kedutaan negara yang jadi tujuan keberangkatan,” pungkasnya.(WD)

 

Exit mobile version