Anggota Komisi I DPRK Zulkasmi: Hadirnya Satpol PP dan WH di Kecamatan Perkuat Pengawasan Syariat Islam di Banda Aceh

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Zulkasmi FOTO/ MAR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, mengapresiasi langkah Wali Kota Banda Aceh yang menghadirkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) di kantor-kantor kecamatan dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Menurut Zulkasmi, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah dalam mengakselerasi pelaksanaan syariat Islam serta mengawal penerapan qanun dan Peraturan Wali Kota (Perwal) dalam kebijakan publik di Kota Banda Aceh.
“Ini adalah langkah strategis dan patut diapresiasi. Kehadiran Satpol PP dan WH di kantor kecamatan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan pembinaan masyarakat terkait pelaksanaan syariat Islam,” ujar Zulkasmi, politisi partai Demokrat, kepada media ini, di Banda Aceh, Sabtu (28/2.2026).

Ia menilai, keberadaan Satpol PP dan WH di tingkat kecamatan akan mempermudah koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kota, aparatur gampong, hingga tokoh agama dan tokoh adat.
“Ini akan menjadi jembatan antara pemerintah, aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga ketertiban, ketenteraman, dan nilai-nilai syariat Islam di kota tercinta ini,” katanya.

Zulkasmi juga menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan tugas Komisi I DPRK Banda Aceh yang membidangi pemerintahan, hukum, dan ketertiban umum, khususnya dalam pengawasan terhadap pelaksanaan qanun.

Selain sebagai fungsi pengawasan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kita tidak hanya bicara penegakan aturan, tetapi juga pembinaan. Satpol PP dan WH di kecamatan harus menjadi mitra masyarakat, bukan semata-mata penindak, melainkan juga edukator dalam pelaksanaan syariat Islam,” jelasnya.

Lebih jauh, anggota DPRK Banda Aceh Dapil Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng berharap, program ini dapat berjalan secara konsisten dan dievaluasi secara berkala agar benar-benar berdampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Banda Aceh.
“Dengan kolaborasi semua pihak, insyaAllah Banda Aceh akan semakin tertib, religius, dan harmonis,” pungkas Zulkasmi.(Mar)

Exit mobile version