Kabarnanggroe.com, Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan bahwa sebanyak 1.503 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di daerah tersebut telah selesai dibangun dan siap untuk ditempati.
“Dari total lebih 3.000 unit huntara yang dibangun di Kabupaten Aceh Timur, sebanyak 1.503 unit sudah rampung 100 persen dan siap dihuni masyarakat,” ujar Iskandar di Aceh Timur, Jumat (27/02/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan huntara merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, pemerintah pusat, serta dukungan berbagai pihak lainnya. Koordinasi dilakukan secara intensif sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana agar warga terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Iskandar juga menyoroti kekhususan pola pembangunan huntara di Aceh Timur yang berbeda dari sejumlah daerah lain. Mayoritas huntara dibangun dengan pendekatan insitu, yakni didirikan di atas lahan milik warga masing-masing, bukan dalam satu kawasan terpusat.
“Model insitu ini memang lebih kompleks. Setiap lokasi memiliki karakteristik lahan, akses material, dan kebutuhan teknis yang berbeda. Namun demikian, progres pembangunan tetap menunjukkan hasil yang signifikan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dipilih agar masyarakat tidak harus direlokasi jauh dari lingkungan asal. Dengan tetap tinggal di lahan sendiri, warga dapat mempertahankan jejaring sosial, akses terhadap sumber penghidupan, serta stabilitas psikologis pascabencana.
Meski menuntut pengawasan lebih ketat, pembangunan huntara tetap berjalan optimal berkat pelibatan penyedia jasa dan tenaga kerja lokal. Selain mempercepat proses konstruksi, langkah ini juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dan tepat sasaran. Huntara diharapkan benar-benar menjadi solusi sementara yang aman dan layak hingga pembangunan hunian permanen dapat direalisasikan.
“Fokus kami bukan hanya menyelesaikan pembangunan dengan cepat, tetapi juga memastikan kualitasnya sesuai standar. Semoga seluruh huntara selesai tepat waktu sehingga masyarakat bisa kembali menata kehidupan mereka secara bertahap,” pungkasnya.
