Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter. ANTARA/REUTERS/Ruben Sprich/aa.

Kabarnanggroe.com, Jakarta — Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Blatter menilai kekhawatiran soal faktor keamanan menjadi alasan kuat bagi para penggemar sepak bola untuk tidak datang langsung ke negara tersebut.

Mengutip laporan The Guardian pada Selasa, Blatter mendukung pandangan pengacara antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan FIFA dalam agenda reformasi saat Blatter masih menjabat. Pieth secara terbuka mengimbau suporter sepak bola agar menghindari perjalanan ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

“Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui akun media sosialnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terkait keamanan, menyusul kabar meninggalnya warga negara Amerika Serikat kedua, Alex Pretti, pada akhir pekan lalu. Meski tidak dijelaskan keterkaitan langsung dengan Piala Dunia, insiden itu disebut memperkuat kekhawatiran masyarakat.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam wawancara dengan harian Swiss Tages-Anzeiger pekan lalu, Pieth menyoroti kondisi politik dan sosial di Amerika Serikat. Ia menilai situasi domestik, termasuk marjinalisasi lawan politik serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi, berpotensi menimbulkan ketidakamanan bagi para penggemar.

“Untuk para penggemar, satu saran saja: hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan pemandangan yang lebih baik lewat televisi,” ujar Pieth.

Ia juga memperingatkan bahwa suporter asing berisiko dipulangkan apabila dianggap tidak mematuhi otoritas setempat.

Sepp Blatter mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA pada 2015 setelah dilanda berbagai skandal. Posisinya kemudian digantikan oleh Gianni Infantino, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pada tahun lalu, Blatter bersama mantan Presiden UEFA, Michel Platini, secara definitif dibebaskan dari seluruh tuduhan hukum terkait pembayaran tertunda sebesar 2 juta franc Swiss yang dilakukan FIFA kepada Platini pada 2011.

Exit mobile version