Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Anggota DPRK Aceh Besar, Irfan Siddiq, menegaskan pentingnya pendidikan politik sebagai fondasi utama dalam memperkuat demokrasi yang sehat dan berintegritas di Kabupaten Aceh Besar. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Besar, di Gedung UDKP Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (27/12/2025).
Dalam pemaparannya, Irfan Siddiq yang mewakili Ketua DPRK Aceh Besar menyampaikan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman politik masyarakat. Menurutnya, partisipasi politik tidak cukup hanya hadir pada saat pemilu, tetapi harus diwujudkan dalam sikap kritis dan kepedulian terhadap kebijakan publik.
“Pendidikan politik bertujuan membentuk masyarakat yang sadar hak dan kewajibannya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak mudah terprovokasi, tidak terjebak politik uang, dan mampu menilai program serta gagasan secara objektif,” ujar Irfan Siddiq.
Ia juga menekankan peran strategis pemuda dan perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Irfan menilai, kelompok ini memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi yang santun, beretika, dan berlandaskan hukum.
“Pemuda dan perempuan harus menjadi pelopor politik yang bermoral, mengedepankan dialog, serta menjaga persatuan. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai memecah belah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Irfan Siddiq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mengawal jalannya demokrasi, termasuk mengawasi proses politik agar berjalan jujur dan adil. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim politik yang kondusif di Aceh Besar.
Kegiatan sosialisasi yang turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Aceh Besar, Ketua Panwaslih Aceh Besar, serta Ketua KIP Aceh Besar tersebut, diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pemuda gampong, perwakilan perempuan, tokoh masyarakat, serta karang taruna dari sejumlah kecamatan di Aceh Besar.
Melalui sosialisasi tersebut, Irfan Siddiq berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat luas, sehingga tercipta kehidupan politik yang sehat, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan publik di Aceh Besar.
Sementara itu, Kaban Kesbangpol Kabupaten Aceh Besar, Sofyan SH menyampaikan, kegiatan sosialisasi pendidikan politik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi dan kesadaran politik masyarakat, khususnya menjelang agenda-agenda demokrasi.
Menurut Sofyan, pendidikan politik menjadi instrumen penting untuk membangun masyarakat yang cerdas secara politik, memahami aturan hukum, serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.
“Kesbangpol Aceh Besar terus mendorong penguatan pendidikan politik agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi, hak pilih, serta mekanisme politik yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun praktik-praktik politik yang bertentangan dengan hukum,” ucap Sofyan.
Ia menyatakan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat seperti pemuda, perempuan, dan tokoh gampong dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi corong edukasi politik di lingkungan masing-masing.
“Peserta sosialisasi ini kami harapkan dapat menjadi agen edukasi politik di tengah masyarakat. Nilai-nilai demokrasi yang beretika, damai, dan berlandaskan hukum harus terus disebarluaskan agar tercipta stabilitas politik dan persatuan di Aceh Besar,” tegasnya.
Sofyan juga mengapresiasi sinergi antara DPRK Aceh Besar, penyelenggara pemilu, serta elemen masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kualitas demokrasi di daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama dalam mewujudkan kehidupan politik yang sehat dan kondusif di Kabupaten Aceh Besar.(CBoy)
