Kabarnanggroe.com, Sejak diresmikan pada tahun 2020 silam, geliat ekonomi di Pasar Almahirah terus meningkat dengan pesat. Banyak warga Banda Aceh kini lebih memilih berbelanja ke pasar yang berlokasi di Gampong Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh tersebut.
Pasar Almahirah telah muncul sebagai destinasi belanja utama, dan banyak yang menyebutnya sebagai central ekonomi baru di Koetaradja.
Sekretaris Pasar Almahirah Banda Aceh, Rahmadhany Ayudi, SPd, berbicara tentang perkembangan pesat pasar ini. “Saat ini jumlah pedagang yang jualan di Pasar Al-Mahirah ini sudah lebih dari 1000 pedagang dengan perputaran uang di perkirakan perharinya mencapai ratusan juta Rupiah,” ujarnya.
Saban hari, pasar yang berada di dekat pesisir ini sangat ramai dikunjungi orang tertuma pada saat pagi hari, mereka berbelaja kebutuhan mereka baik itu kebutuhan untuk rumah tangga pribadi, dan sebagian lagi mereka kebutuhan para pedagang kuliner, rumah makan, dan sebagainya.
Sebagai pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga secara lengkap, Pemerintah selalu memperhatikan pasar Almahirah untuk memastikan produk-produk yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya.
Hal ini memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa berbelanja di Pasar Almahirah aman dan nyaman.
Rahmadhany Ayudi menjelaskan bahwa Pasar Almahirah adalah salah satu program pemerintah dalam upaya menjadikan pasar ini sebagai sentral pasar modern di ibu kota Provinsi Aceh.
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, pembangunan infrastruktur pasar dilakukan dengan baik dan modern.
“Program pemerintah ini menjadikan pasar Almahirah sebagai pasar modern dengan infrastruktur yang megah, meskipun masih ada beberapa prasarana yang perlu ditingkatkan untuk membuatnya terlihat lebih modern. Namun, Pemerintah Kota Banda Aceh sangat memperhatikan keberadaan Pasar Almahirah,” ujar Rahmadhany Ayudi.
Pasar Almahirah telah berkembang pesat karena banyak pedagang dari pasar-pasar kecil lainnya datang ke Almahirah untuk berbelanja berbagai kebutuhan mereka.
Di Pasar Almahirah sebagai sentralnya Kota Banda Aceh. Masing-masing adalah sentral Pasar Ikan, Pasar Sayur, Pasar Ayam, Pasar Daging, kelapa, buah-buahan. Disana juga disediakan tempat berjualan untuk para Nyak-nyak yang berjualan untuk mengais Rezeki dan ditempatkan di tempat yang layak berjualan, didalam gedung juga.
Tidak hanya itu, dibagian luar juga masih lapak disediakan untuk para pedagang seperti yang berjualan ikan asin, warung kopi, dan para pedagang sayur pagi hari, yang dulunya mereka berjualan sayur di peunayong.
Mereka semua menjual berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat baik itu ikan segar, sayur, ayam, daging, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya dapat ditemukan dengan mudah. “Masing-masing berada di centralnya.”
Rahmadhany Ayudi menambahkan, Pasar Al-mahirah ini masih membutuhkan infrastruktur dilingkar pasar. “Saat ini, perkembangan infrastruktur seperti jalan sudah bagus karena sudah diaspal, sehingga tidak becek lagi saat hujan. Namun, di bagian belakang pasar masih memerlukan aspal,” tambahnya.
Beliau berharap agar infrastruktur jalan di sekitar pasar mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Banda Aceh pada tahun 2024 nanti, sehingga masyarakat dapat mengakses Pasar Almahirah dengan lancar dan aman.
Rahmadhany Ayudi juga menyebut bahwa kontribusi Pasar Almahirah untuk Banda Aceh sangat banyak, terbukti pada tahun 2022 sejak pertama eksis, terbukti di depan belum ada toko. Tapi saat ini di sana sudah berjejer ruko yang dibangun.
“Sejak kami datang ke sini yang harganya tanahnya dulu sekitar RP 1,5 juta, sekarang harganya sudah Rp 3,5 juta. Sehingga ekonomi masyarakat di darah sini semakin membaik, banyak toko yang sudah berdiri di depan pasar,” katanya.
Ia menyebut bahwa kontribusi pasar Almahirah sangat bagus untuk masyarakat kota. Ke depannya diharapkan kawasan tersebut bisa menjadi daerah terluar Banda Aceh tapi semakin maju[Adv]
