Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Cut Zahara mempertegas eksistensi prestasi lompat tinggi Aceh di gelanggang atletik nasional, setelah meraih emas terakhir bagi kontingen Aceh di Kejuaraan nasional (Kejurnas) yang berakhir Senin (26/6/2023).
Setelah sebelumnya, pada hari pertama perhelatan event atletik nasional itu, Tajul Fujari meraih medali emas lompat tinggi putra.
Dengan torehan itu, jadilah sepasang emas lompat tinggi putra-putri bagi Aceh di Kejurnas atletik yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, 21 – 26 Juni 2023.
Sepasang emas putra-putri itu meningkatkan eksitensi kejayaan Aceh di lompat tinggi era Syahrial pemegang rekor lompatan 210 meter dan peraih emas PON XVII/2008 Kalimantan Timur.
Selain dua emas dari lompat tinggi, Aceh juga meraih emas dari lari gawang 400 meter dengan pelari Wildatun Husna, sehingga target tiga emas dipasang Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Aceh berhasil dicapai.
Aceh juga mendapatkan dua medali perunggu dari nomor lari 800 meter putra atas nama Sibra dan 200 meter yang dipersembahkan Mifthahul Raihan
“Kita meraih tiga medali emas dan dua perunggu. Target tiga emas yang juga dibebankan KONI Aceh sudah tercapai,” ujar Ketua Umum Pengprov PASI Aceh, Drs Bachtiar Hasan, Senin (26/6) petang.
Bachtiar mengatakan, keikutsertaan atlet atletik Aceh di event tersebut merupakan sebagai ajang pemanasan menjelang PON Aceh – Sumut 2024.
“Kita memang selalu ikut dalam setiap kejuaraan baik event terbuka maupun Kejurnas yang sering diadakan di Pulau Jawa,” ujar Bachtiar yang juga Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh ini.
Ketua Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) 2023 KONI Aceh sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara ini menyebutkan, pada saat ini PASI Aceh telah menyiapkan 14 atlit baik lapis pertama maupun lapis kedua dengan sistem degradasi selama Pelatda sudah yang berlangsung satu tahun lebih.
Bachtiar Hasan mengatakan agar atlit yang ikut ini meski sudah lolos PON Aceh 2024 (wildcard). Namun tetap harus perlihatkan bahwa Aceh memang mampu.
Sementara bagi provinsi lain mengikuti Kejurnas tersebut harus mencari limit agar bisa lolos PON tahun depan. “Saya menyampaikan terima kasih kepada atlit yang sudah berjuang,”demikian Bachtiar.
Pada Kejurnas Solo, Aceh mengusung 24 atlet, terdiri dari 6 putri dan 18 putra. Diantaranya terdapat 9 atlet Pelatda Sentralisasi dan 5 atlet Pelatda Desentralisasi. Para atlet didampingi lima pelatih. Mengikuti nomor lari, lompat tinggi, lempar cakram dan lempar lembing. (Sdm).
