Ratusan Anak di Simpang Mamplam Bireuen Diduga Keracunan MBG

Anak-anak korban keracunan usai menyantap MBG, di RSUD Bireuen, Jumat (27/2/2026) FOTO/ ABDUL HADI

Kabarnanggroe.com, Bireuen – Ratusan anak-anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Jumat, 27 Februari 2026. Mayoritas korban merupakan anak-anak yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, para korban mengalami gejala keracunan usai menyantap menu bakso yang termasuk dalam paket MBG. Akibatnya, ratusan anak dari sejumlah desa di Kecamatan Simpang Mamplam harus mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Para korban saat ini dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam, Puskesmas Pandrah, Puskesmas Jeunieb, serta sebagian telah dirujuk ke rumah sakit di Bireuen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, kondisi para korban masih dalam pemantauan tim medis.

Bupati Bireuen, Mukhlis, turun langsung menjenguk para korban yang keracunan usai menyantap MBG, di RSUD Bireuen, Jumat (27/2/2026)FOTO/ ABDUL HADI

Bupati Bireuen, Mukhlis, turun langsung menjenguk para korban di RSUD Bireuen. Dalam keterangannya, ia menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi awal dari pihak kesehatan, dugaan sementara penyebab keracunan berasal dari bakso yang disajikan dalam paket MBG.

Bupati juga mengingatkan kepada pengelola SPPG agar melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, SIK, M.Med.,Kom menyatakan turut prihatin atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama Forkopimda akan melakukan tindak lanjut dan pengawasan lebih intensif terkait kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Simpang Mamplam.
“Kita akan tindak lanjuti bersama Forkopimda dan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait kasus ini,” ujarnya.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta langkah penanganan selanjutnya.(Hadi)

Exit mobile version