Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr H Safrizal ZA MSi telah menorehkan dua keberhasilan besar dalam masa singkat kepemimpinannya. Perhelatan akbar, PON XXI Aeeh-Sumut, 8-20 September 20024 telah berjalan sukses, bahkan Aceh berhasil masuk 10 besar, sesuai target yang ditetapkan.
Berbagai komentar miring tentang kesiapan Aceh jelang pelaksanaan PON XXI terjawab sudah, seluruh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Aceh berjalan aman dan sukses. Hanya insiden kecil, bencana alam berupa angin kencang yang sempat menunda beberapa pertandingan.
Tetapi tidak perlu menunggu lama, hanya dalam hitungan jam kembali dipertandingkan. Begitu juga dengan berbagai persoalan lainnya yang muncul di lapangan, baik yang sudah maupun yang akan segera dituntaskan.
Itulah sebuah kesuksesan yang akan dicatat dalam sejarah perjalanan Aceh, seorang Pj Gubernur berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, walau bertaraf nasional. Safrizal sempat menyatakan Aceh telah sukses mengubah persepsi negatif yang selama ini kerap dibayangkan masyarakat se-Nusantara.
Dikatakan, wajah Aceh telah berubah total dalam persepsi masyarakat luas, karena selama ini dipersepsikan menyeramkan, ternyata ramah sekali. “Melalui senyum, ramah dan bahagia, kita berhasil menunjukkan Aceh hospitality, keramahan Aceh, Peumulia Jamee Adat Geutanyoe,” kata Pj Gubernur Aceh dalam sebuah acara pada 24 September 2024.
Bahkan, kontingen Aceh telah sukses mencapai target masuk 10 Besar, sebuah prestasi baru dalam ajang empat tahun itu dan untuk mempertahkannya, tentunya harus ada perjuangan keras lagi dari semua pihak yang terkait.
“Euforia atas prestasi saat ini tentu penting kita rayakan sebagai sarana mengapresiasi capaian diri dan tim, namun, mempersiapkan diri dengan terus disiplin berlatih tentu juga penting kita lakukan,” ujar Safrizal.
“Ingat, tantangan para juara bukanlah merebutnya tetapi mempertahankannya,” tambahnya. “Mari kita jadikan capaian hari ini sebagai penyemangat agar bisa berprestasi lebih baik di masa mendatang,” harapnya. Seperti diketahui, Aceh berada di posisi 6 daftar perolehan medali PON XXI-Aceh Sumut.
Sementara, di tengah-tengah pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut, tim eksekutif dan legislatif terus menggelar rapat pembahasan APBA-P 2024 dan RAPBA 2025. Tak perlu lama, seusai PON XXI resmi ditutup, RAPBA 2025 disahkan menjadi Qanun APBA 2025 dengan anggaran sebesar Rp 11,07 triliun pada 24 September 2024 malam.
Gerak cepat Pj Gubernur Aceh dan DPRA patut diberi apresiasi atas keberhasilan mempercepat pengesahan APBA 2025 sebelum Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang. Penandatanganan persetujuan Rancangan Qanun APBA 2025 menjadi APBA 2025 dilaksanakan oleh Pj Gubernur Aceh Dr H Safrizal ZA, MSi bersama Ketua DPRA Zulfadhli dan Wakil Ketua DPRA Dalimi di Gedung Utama DPRA.
Bahkan, untuk pembahasan RAPBA 2025 ini, tidak ada polemik seperti periode kepemimpinan sebelumnya, semuanya saling bersinergi. Safrizal sempat menyampaikan terima kasih kepada legislatif karena telah bersinergi dalam menyelesaikan rangkaian pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2025.
Dia menyatakan sinergitas ini menjadi bukti nyata Pemerintahan Aceh mempunyai komitmen kuat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Aceh. Tentunya, sinergitas eksekutif dan legislatif harus terus berlanjut demi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan perorangan atau kelompok tertentu.
Melihat kerja cepat keduanya, pengesahan RAPBA 2025 menjadi sejarah baru, sebagai yang tercepat dalam perjalanan Pemerintah Aceh, bahkan akan masuk dalam catatan sejarah Aceh. Seperti dirilis Kominfo Aceh, dua tahun sebelumnya, APBA 2024 disahkan pada 18 Desember 2023 dan APBA 2023 disahkan pada 23 November 2022.
Bahkan jika merujuk pengesahan beberapa tahun sebelumnya, APBA pernah disahkan pada saat sudah memasuki tahun anggaran baru, seperti APBA 2018 disahkan pada April 2018.
Melihat kerja cepat Pj Gubernur Aceh yang memiliki waktu singkat, hanya beberapa bulan sampai gubernur definit terpilih dilantik, maka patut kita lihat sepak terjangnya dalam even besar lainnya, pelaksanaan Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.
Sebagai orang yang pernah memimpin di tingkat terbawah pemerintahan, sebagai keuchik di salah satu desa di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, tentunya sudah mengetahui seluk-beluk kehidupan masyarakat bawah. Sehingga, saat menjadi pucuk pimpinan Aceh, berbagai fenomena di tengah-tengah masayarakat Aceh akan cepat tertangani.
Safrizal sebenarnya dilantik jelang pelaksanaan PON XXI, menggantkan Bustami Hamzah yang maju sebagai calon Gubernur Aceh. Mendagri Muhammad Tito Karnavian melantik Direktur Jenderal Administrasi Wilayah, Dr Drs Safrizal ZA MSi sebagai Penjabat Gubernur Aceh di Jakarta pada Kamis (22//2024).
Jika dihitung, maka tidak sampai 30 hari jelang PON XXI, Pj Gubernur Safrizal harus segera membenahi berbagai infrastruktur venue PON, seperti Stadion H Dimurthala dan Stadion Harapan Bangsa yang masih dalam tahap pembangunan.
Begitu memasuki Hari ‘H’ dua venue terbesar di Aceh sudah selesai dibangun, sehingga Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut dapat dibuka oleh Presiden Jokowi. Begitu juga dengan pertandingan pertama sepakbola di Stadion H Dimurthala, juga dapat digelar.
Inilah yang akan diingat dan dikenang oleh masyarakat Aceh, satu-satunya Pj Gubernur Aceh yang berhasil menggelar even besar bertarat nasional. Saat bersamaan, berhasil menggandeng DPRA untuk mempercepat pengesahan APBA, sebuah usaha kerja keras yang tidak akan sis-sia, bahkan akan menjadi lembaran baru perjalanan Aceh menuju lebih baik lagi di masa mendatang.(Muh)
