Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) bersama Dinas Sosial untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap maraknya aktivitas pengemis di sejumlah titik fasilitas publik selama bulan Ramadan.
Menurut Zulkasmi, fenomena pengemis dengan berbagai dalih kini semakin menjamur di warung kopi, persimpangan jalan, hingga kawasan fasilitas umum lainnya. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
“Fenomena pengemis di Banda Aceh saat ini sudah sangat mengganggu kenyamanan warga. Mereka hadir hampir di setiap warung kopi, lampu merah, dan fasilitas publik. Apalagi di bulan Ramadan, situasi ini perlu mendapat perhatian serius,” kata Zulkasmi, politisi dari Partai Demokrat, di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, tahun ini Banda Aceh banyak melaksanakan berbagai event Ramadan yang berpotensi mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Karena itu, wajah ibu kota provinsi harus dijaga agar tetap tertib, bersih, dan nyaman.
“Banda Aceh menjadi tujuan wisata religi selama Ramadan. Kehadiran pengemis di berbagai titik strategis sangat mengganggu kenyamanan wisatawan dan merusak citra kota sebagai ibu kota provinsi yang menjunjung nilai syariat Islam,” tegasnya.
Untuk itu, Zulkasmi meminta Satpol PP dan WH bersama Dinas Sosial melakukan razia secara super ketat dan berkelanjutan, bukan hanya bersifat insidental. Ia juga menekankan pentingnya pendataan terhadap para pengemis agar tidak kembali ke jalanan.
“Kita mendesak Satpol PP dan WH beserta Dinas Sosial untuk melakukan razia super ketat terhadap aktivitas pengemis. Jangan hanya ditertibkan lalu dilepas kembali tanpa solusi. Harus ada pembinaan dan langkah sosial yang konkret,” pungkasnya.
Ia berharap langkah tegas ini dapat menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib, nyaman, serta menjaga citra Banda Aceh sebagai kota religius dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.(Mar)
