BAS Aceh Gelar Diskusi Ekonomi, Sejumlah Pakar Dihadirkan

Drs. M. Isa Alima, Ketua DPD BAS Aceh (Foto: Dok. Pribadi)

Kabarnanggroe.com, Aceh sebagai satu provinsi yang kaya dengan berbagai potensi sumber daya alam (SDA), seperti hutan, tambang, ikan di laut, dan aneka biota alam lain di wilayah pesisir, mestinya menjadi sumber penghidupan bagi rakyat Aceh. Akan tetapi sampai sekarang belum dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah.

“Akibatnya, ada yang dikelola dan dikuasai oleh individu atau kelompok masyarakat, dikuasai investor asing maupun dalam negeri, yang tidak memberikan dampak signifikan bagi upaya peningkatan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Drs M Isa Alima, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Brigade Anak Serdadu (DPD BAS) Aceh, di Banda Aceh, Kamis (24/08/2023).

Melihat kenyataan tersebut, pihak BAS Aceh merasa terpanggil untuk mengingatkan pemerintah dan mendorong berbagai pihak agar melakukan langkah-langkah konkret, guna mengembangkan potensi ekonomi Aceh yang melimpah itu bagi kemakmuran rakyat. “Aceh hanya sejahtera jika masyarakat memiliki kemandirian secara ekonomi,” kata Isa.

Selain itu, lanjut Ketua DPD BAS Aceh tersebut, Aceh juga dikenal sebagai daerah penghasil minyak nilam terbesar di Indonesia, yaitu sekitar 1,3 juta ton per tahun. “Tetapi apa yang didapat Aceh? Bisa dikatakan tidak ada, karena semua potensi alam Aceh yang luar biasa itu tidak dikelola secara baik,” katanya.

Diskusi Ekonomi

Oleh karena itu, satu upaya mendorong ke arah terciptanya tata kelola SDA bagi peningkatan dan pertumbuhan ekonomi daerah ini, BAS Aceh akan menggelar diskusi ekonomi akhir pekan ini. “Kita berusaha mendorong percepatan pembangunan di segala sektor yang selama ini terpuruk dan tertinggal,” ujar Isa.

Satu kendala yang menyebabkan ekonomi Aceh terpuruk adalah pemangku kepentingan yang berjalan sendiri-sendiri. Tanpa kebersamaan, kata Isa, sulit membayangkan perekonomian Aceh tumbuh dan berkembang.

“Karena itu, kami berharap lembaga seperti Kadin, PT PEMA, Gapensi dan para pelaku dunia usaha saling bahu membahu dan melengkapi. Sokongan ini penting agar terjadi pemerataan dan penguatan ekonomi,” kata Isa.

Menurutnya, diskusi yang bakal digelar BAS pada Sabtu, 26 Agustus 2023 di Banda Aceh akan menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Dr Amri S.Si M.Si (pakar ekonomi/akademisi USK), Ketum MES Aceh Aminullah Usman, dan Wakil Ketua DPRA Teuku Raja Keumangan, Ketua Forber DPR dan DPD RI Nasir Djamil, dan Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin. (Ask/*)

Exit mobile version